Categories: BERITA UTAMA

Membuat Masyarakat  Tidak Simpati Perjuangannya

JAYAPURA – Beredar sebuah video yang memperlihatkan pilot Susi Air Kapten Philip Mark Merthens mengaku diancam akan ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Egianus Kogoya.

Dalam video tersebut, Philip yang disandera sejak Februari lalu di Distrik Paro, Kabupaten Nduga tampak dikelilingi oleh sejumah pria diduga anggota KKB.

Sebagai Pembela HAM, Theo Hesegem mengaku prihatin terhadap pilot yang diancam akan ditembak usai dua bulan pemerintah Indonesia dan Selandia Baru tidak memenuhi tuntutnan TPNPB.

“Pilot Susi Air punya hak hidup, hak rasa aman dan hal lainnya yang wajib dijunjung tinggi. Karena siapapun tidak punya hak menghilangkan nyawa orang lain kecuali Tuhan,” tegas Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (Pembela Ham) Theo Hesegem, kepada Cenderawasih Pos, Senin (29/5).

Theo mengaku prihatin ketika mendengar dan mengamati pembicaraan Pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens, melalui vidionya. Dengan demikian menurutnya, pilot sudah tidak merasa dirinya aman lagi, dan akan mengalami trauma sepanjang hari karena mengalami ancaman bahwa akan ditembak mati di tangan TPNPB-OPM Kodap III dibawah Pimpinan Egianus Kogoya.

“Menurut saya, ancaman pembunuhan terhadap Pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens bukan solusi penyelesaian masalah dan jalan keluar untuk menentukan nasib sendiri. Justru akan membuat semua orang tidak simpati terhadap perjuangan Tentara Pembebasan Nasional  Papua Barat (TPNPB) untuk menentukan nasib sendiri jika sampai pilot ditembak mati,” bebernya.

Lanjut Theo, simpati yang dimaksud tidak akan didukung oleh masyarakat lokal, nasional dan Internasional terhadap perjuangan penentuan nasib sendiri.

“Sebagai pembela HAM, kami berharap TPNPB-OPM menjaga deklarasi universal HAM atau Universal Declaration of Human Rights yang diadopsi serta disahkan oleh Majelis Umum PBB pada 10 Desember 1948,” tegasnya.(fia/wen)

newsportal

Recent Posts

Pangkogabwilhan Diminta Evaluasi Sistem Operasi di Papua

Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…

2 hours ago

Target Sentuh Atap Langit, Temui Masjid Megah di Tepi Danau

Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…

3 hours ago

Hitung-hitungan Dana Otsus Harus Sampai Akhir Tahun

Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…

9 hours ago

Pengelolaan Sagu Harus Bisa Berkelanjutan

Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…

10 hours ago

Papua Lepas 840 Calon Jemaah Haji

Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…

11 hours ago

Terapi Baru untuk Kanker Stadium Lanjut Kini Tersedia di Dalam Negeri

“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…

16 hours ago