

Kondisi jenasah setelah berhasil diidentifikasi oleh tim medis RSUD Dekat, Sabtu (28/10) . Seluruh jenasah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (Humas Damai Cartenz)
JAYAPURA – Satgas Operasi Damai Cartenz akhirnya membeberkan identitas 6 jenazah pembantaian KKB Kelompok Egianus Kogoya di Kali I Distrik Seredela Kabupaten Yahukimo, Sabtu (28/10).
Dari hasil identifikasi diketahui ada jenazah yang dibakar dan tersisa tulang belulang.
Diberitakan sebelumnya bahwa personel gabungan TNI Polri yang terdiri dari Satgas Damai Cartenz, Polres Yahukimo dan Kodim 1715/Yahukimo telah menemukan lagi 6 jenazah korban pembantaian KKB. Para korban ditemukan pada Jumat dini hari (27/10).
Kasatgas Humas Damai Cartenz 2023 AKBP Dr. Bayu Suseno SH, S.I.K, MH, MM ketika dikonfirmasi awak media membeberkan hasil identifikasi RSUD Dekai dan pihak kepolisian terhadap korban.
“Alhamdulillah, kita sudah dapat mengidentikasi para korban” ujar Bayu, Sabtu (28/10).
Identitas korban sendiri yakni Oktavianus Lenteng alias Boplang, Marselinus Luik, Akmal, Andika,
Ibrahim dan Rangga.
“Untuk Rangga dan Ibrahim belum diketahui warga mana, karena saksi-saksi hanya mengetahui nama panggilan sehari-hari dan di TKP tidak ditemukan adanya identitas,” beber Bayu.
“Keenam jenazah ini dalam keadaan mengenaskan karena sudah busuk dan ada yang kondisinya dibakar oleh KKB yaitu Akmal dan Andika, ” tambah Bayu.
Bayu menambahkan bahwa setelah proses identifikasi selesai, keenam jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan. (ade/ary)
Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua memberikan perhatian serius terhadap isu masuknya…
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…