

Pj Wali Kota Jayapura Frans Pekey saat meninjau Tugu Harmoni di Pertigaan depan Kantor Distrik yang hancur ditabrak truk. (Foto/Dok.Ceposonline.com)
JAYAPURA – Usai melihat langsung Tugu Harmoni yang ambruk akibat tertabrak mobil, Penjabat Wali Kota Jayapura, Frans Pekei langsung memberi komentar tegas yakni meminta agar sopir yang menabrak mengganti atau membangun kembali tugu tersebut.
Setelah dua hari statemen tersebut diposting ternyata ditanggapi beragam oleh netizen atau warganet. Kebanyakan mereka menyingung soal Pemkot yang seharusnya bijak dengan masyarakatnya dan meminta pemerintah berlaku adil.
Pasalnya sopir yang menabrak diyakini tidak memiliki niat untuk merusak namun karena musibah akhirnya ia harus menanggung semuanya.
Sang sopir juga terluka dan masih dirawat di rumah sakit sehingga sepatutnya ada empati untuk sang sopir ketimbang hanya memikirkan tugu yang merupakan benda mati.
“Paling utama tuh tidak ada korban jiwa, trus supir tidak sengaja tabrak atau mabuk lalu kasi hancur. Pemkot terlalu sekali, kasihan sopir truk,” tulis akun Valentin_erikha dalam postingan CeposOnline.Com saat disimak pada Kamis (28/9).
Lalu akun treslin_ren yang menulis, kalau sopir truk mabuk bolehlah dituntut, tapi jika memang musibah apalagi menurut info sopir menghindari motor lalu mau tuntut sopir kan kasihan. Ada juga yang menyebut ini bencana dan musibah dan ketimbang tabrak orang mending tabrak benda mati.
“Tiang listrik di Hol yang ditabrak kenapa tidak dituntut? Padahal mereka mabuk-mabuk?,” tulis vianhar04. Ada juga yang menulis, “Sangat miris sopir dituntut.
Darimana uang sebanyak itu. Sopir saja kerja setengah mati mencari uang untuk anak istri hingga tengah malam. Ini yang dibilang sila kelima tidak diterapkan dalam kehidupan sehari – hari,” tulis _michaels.olua74. (ade)
Akar dari permasalahan ini dibongkar oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. Dalam Rapat Kerja…
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura, Kombes Pol Rommy Sebastian, menjelaskan bahwa korban selamat bernama Agnes…
Di berbagai wilayah Papua, tantangan pendidikan masih menjadi perhatian, mulai dari keterbatasan akses pendidikan tinggi…
Dikatakan, untuk LPG 12 kg dijual dengan harga Rp 410.000. Sementara untuk LPG ukuran 5,5…
Media sosial Rabu (10/6) siang kemarin dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan dugaan menu…
Pejabat Sementara Kasubdit Patroli Polairud Polda Papua, AKP Wilston Latuasan, menegaskan bahwa menjaga kelestarian ekosistem…