

Polisi mendatangi rumah korban dan melakukan penyelidikan di TKP. Kasus pembacokan petani oleh OTK di Yahukimo menjadi perhatian dari kepolisian. (FOTO:HUMAS POLDA )
JAYAPURA – Pasca kejadian pembacokan terhadap dua petani di Yahukimo pada 24 April lalu di lokasi Logpond, Dekai Yahukimo, hingga Kamis (27/4) kemarin pihak Polres Yahukimo masih melakukan penelusuran terhadap pelaku yang disebut berjumlah 3 orang.
Polisi memastikan terus menyelidiki kasus ini mengingat perbuatan yang dilakukan termasuk sadis karena kedua korban merupakan sosok lanjut usia dan dipastikan tidak bisa melakukan perlawanan.
“Penyidik di Polres Yahukimo masih terus melakukana penyelidikan dari kasus tersebut. Yang dilakukan cukup sadis karena melukai tanpa pandang bulu,” beber Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2023, Kombespol Donny Charles Go, melalui ponselnya, Kamis (27/4).
Dikatakan dari penelusuran yang dilakukan polisi, dikatakan ada seorang pria yang berhasil diamankan dan dibawa ke Polres namun setelah dilakukan penyidikan ternyata tidak cukup bukti untuk menjerat pria tersebut sehingga polisi memutuskan mengembalikan yang bersangkutan.
“Ia ada satu orang yang sempat dibawa ke Polres Yahukimo dan diperiksa tapi terpaksa dipulangkan karena memang tidak terdapat cukup bukti soal keterlibatannya untuk kasus pembacokan,” kata Go.
Sementara terkait kondisi korban, Sukadi dan Matsia, hingga kini keduanya masih menjalani penanganan medis di RS Dekai Yahukimo akibat luka yang cukup parah.
Sukadi mengalami luka robek di bagian mulut yang cukup lebar. Diduga akibat tebasan parang. Sedangkan sang istri yang sempat melarikan diri terkena sabetan benda tajam di bagian belakang leher sehingga mengakibatkan luka menganga.
Sekedar diketahui kejadian ini untuk Yahukimo bukan kali pertama dan biasanya pelaku sengaja melakukan penganiayaan sadis seperti ini untuk menyebar terror. (ade/wen)
Menurut Anthon, langkah itu penting agar tidak muncul korban-korban sipil lainnya akibat tuduhan sepihak yang…
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah peraturan…
Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…
Menurut dia, jika konektivitas darat dan laut berjalan bersamaan maka masyarakat akan memperoleh manfaat yang…
Wakil Ketua I DPR Kota Jayapura, Max Karubaba, menegaskan bahwa pelayanan pertanahan merupakan hak mendasar…
Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Merauke mengamankan seorang pria berumur 44 tahun berinisial FB atas…