

SENTANI- Bupati Jayapura Mathius Awoitauw SE, MSi menegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura sampai dengan saat ini masih memberlakukan status tanggap darurat bencana yang sudah ditetapkan selama 14 hari pasca kejadian banjir bandang yang mekanda Kabupaten Jayapura, Sabtu (16/3) lalu.
“Darurat bencana yang ditetapkan Pemda Jayapura tetap berlaku dan itu tinggal 4 hari lagi,” ungkap Bupati Mathius Awoitauw, SE., M.Si., kepada Cendrawasih Pos via ponselnya, Selasa (26/3).
Sebagaimana diketahui sebelumnya Gubernur Papua Lukas Enembe sudah menarik status bencana banjir bandang Sentani itu menjadi bencana provinsi. Artinya dengan begitu Pemprov Papua yang menjadi tanggung jawab untuk mengurus seluruh hal yang berkaitan dengan penanganan terhadap korban banjir bandang di Kabupaten Jayapura itu.
Selain itu dengan adanya penarikan atau pengalihan status bencana banjir bandang yang langsung diambil alih pemerintah propinsi maka seharusnya tanggap darurat yang sudah ditetapkan Pemkab Jayapura tidak diberlakukan lagi.
Namun saat hal ini ditanyakan ke Bupati Mathius Awoitauw, orang nomor satu di Kabupaten Jayapura ini enggan mengomentarinya terlalu jauh.
“Wartawan yang lebih tahu di lapangan seperti apa,” ujarnya singkat.
Sehubungan dengan penanganan terhadap para korban banjir bandang di Kabupaten Jayapura khususnya di Sentani, Pemkab Jayapura sedang menganalisa semua situasi, menginventarisir semua kerusakan, menginventarisir semua kebutuhan di pengungsian dan menginventarisir semua korban untuk masuk pada tahap berikutnya.
“Apakah itu nanti masa transisi atau memperpanjang masa tanggap darurat.
Jadi itu penanggulangan bencana saat ini sedang melakukan persiapan-persiapan mengevaluasi semua hal yang terjadi,” paparnya.
Bupati Mathius Awoitauw menambahkan, dalam proses pemulihan terhadap warga korban banjir bandang di Sentani dan sekitarnya, Pemkab Jayapura sedang didampingi oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Nasional.
Secara terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayapura, Hanna Salomina Hikoyabi, S.Pd.,M.KP., mengatakan, saat ini para pengungsi sedang diperhatikan secara serius oleh pemerintah dan sudah ditempatkan di posko penampungan yang tersebar di beberapa tempat. Seperti di Stadion Barnabas Youwe, GOR Toware, Posko SKB, Posko Puspenka Hawai, Posko Komba bagi korban air pasang Danau Sentani dan di Stakin.
“Ada juga beberapa pulau kecil yang dibuat masyarakat untuk menjaga harta benda mereka di beberapa titik yang juga sedang dipantau oleh pemerintah,” tambahnya. (roy/nat)
Dua akademisi ekonomi asal Papua turut memberikan ulasan komprehensif mengenai latar belakang, dampaknya terhadap pasar…
IG diamankan saat mengambil sebuah paket yang sebelumnya telah dicurigai petugas berisi narkotika di…
Rapat paripurna tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pembahasan perubahan APBD sekaligus momentum…
Bukan sekadar tentang usia sebuah kampung, tetapi tentang sebuah benih iman yang pertama kali…
Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)…
Salah satu perhatian utama Rustan adalah penyaluran bansos yang dinilai masih belum sepenuhnya tepat…