Categories: BERITA UTAMA

Guru Honorer di Paniai Jadi Koordinator Aksi Tolak MBG

JAYAPURA-Sekitar 300 siswa dari 5 sekolah di Kabupaten Paniai melakukan aksi penolakan Makan Bergizi Gratis (MBG) di depan Kantor Bupati Paniai, Papua Tengah, Senin (24/2). Menariknya, jika di daerah lain mayoritas aksi dikoordinasi oleh para siswa sendiri  namun di Paniai justru dipimpin oleh para guru honorer.

Menurut keterangan Kapolres Paniai Kompol Dedy, A. Puhiri, alasan utama para guru honorer menjadi koordinator aksi tersebut karena masalah honor. Dimana Pemda Paniai belum membayarkan gaji sehingga mereka tergerak melakukan aksi.

“Ada 4 orang guru honorer, mereka mengaku ikut aksi karena gaji mereka tidak dibayarkan oleh Pemda,” jelasnya kepada Cenderawasih pos melalui sambungan telepon, Selasa (25/2).

Dalam aksi ini, para siswa menyampaikan tuntutan, yakni menolak Program MBG dan meminta pemerintah pusat menggantinya dengan program pendidikan gratis.

Pemda setempat langsung menerima aspirasi tersebut untuk kemudian disampaikan kepada bulati yang saat ini tengah mengikuti ret-ret di Magelang.  “Kemarin yang terima aspirasi ini pejabat pemda, karena bupati terpilih masih di Jakarta ikut ret-ret,” jelasnya.

Meski berlangsung tertib, aparat kepolisian tetap melakukan penyelidikan guna mencari tahu siapa yang berada di balik aksi tersebut.

“Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut karena anak-anak ini masih kecil. Tidak mungkin mereka menginisiasi aksi ini sendiri tanpa ada pihak yang mempengaruhi,” tegas Kompol Dedy.

Untuk mengamankan jalannya aksi, kepolisian menurunkan 200 personel gabungan TNI-Polri. Namun, karena aksi berlangsung damai, aparat yang dikerahkan tidak bersenjata.

“Karena yang aksi ini anak anak, jadi kita juga lakukan pengamanan secara humanis,” tuturnya.

Ia pun menegaskan aksi ini tidak dianggap sepele, namun perlu direspon secara serius oleh pemda setempat. Penting dilakukan  sosialisasi dari Pemda terkait manfaat Program MBG serta kebijakan pendidikan. Sehingga masyarakat dapat memahami manfaat dari program yang dinisasi oleh Pemerintah pusat itu.

“Terlepas dari ada atau tidaknya pihak yang menggerakkan aksi ini, saya melihat ini juga terjadi karena kurangnya sosialisasi dari Pemda. Ke depan, diharapkan ada sosialisasi yang lebih masif di sekolah-sekolah, baik mengenai MBG maupun program pendidikan gratis,” ujarnya.

Aksi ini berakhir tanpa bentrok atau korban jiwa. Para siswa kembali ke rumah masing-masing dengan diantar oleh pihak kepolisian atau dijemput oleh orang tua mereka. “Hingga saat ini, situasi di Paniai telah kembali kondusif, dan kegiatan belajar mengajar berjalan seperti biasa,” tutup Kompol Dedy. (rel)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Mentan Janjikan Penambahan Kuota BBM Subsidi

Menanggapi aspirasi para petani, Menteri Pertanian langsung menghubungi pihak Pertamina untuk mencari solusi atas keterbatasan…

17 hours ago

Seringnya Kehabisan BBM, Terpaksa Beli di Pengecer yang Harganya Lebih Tinggi

Di kota ini, angkutan umum khususnya angkot atau taksi lokal bukan sekadar sarana mobilisasi, melainkan…

18 hours ago

DPRP Minta Penanganan Pasca Konflik Ditangani Menyeluruh

Ketua DPRP Papua Pegunungan Yos Elopere, S,IP, M.KP meminta Wamendagri Ribka Haluk, Gubernur Papua Pegunungan…

19 hours ago

Komis IV DPRP Minta Gubernur Tegur Kadis PUPR

Ketua Komisi IV DPR Papua Pegunungan, Terius Wakur meminta Gubernur Papua Pegunungan segera memberikan teguran…

20 hours ago

Sengketa Hak Ulayat Kantor Kelurahan Seringgu Jaya Dimediasi

Mediasi mempertemukan Buang Mahuze yang mengaku sebagai pewaris hak ulayat atas tanah tersebut dengan Kepala…

21 hours ago

Pemprov Terima Kunci Rumah Susun ASN Papua Tengah

Serah terima tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung penguatan birokrasi di provinsi termuda…

22 hours ago