Categories: BERITA UTAMA

Miris, Kasus Asusila Bikin Anak Terpenjara!

  PMP HAN diberikan kepada delapan (8) orang anak binaan yang diantaranya satu (1) anak perempuan dan tujuh (7) lainya laki-laki. Kedelapan anak tersebut telah dinyatakan telah memenuhi syarat substantif maupun administratif.

   Pemberian Remisi itu dilakukan kata Sarlota, melalui penilaian, dan pembinaan, terutama anak binaan harus berkelakuan baik kemudian harus memenuhi syarat untuk remisi bahwa anak tersebut sudah menjalani setengah dari masa pidana.

  “Jadi kalau anak yang sudah 18 tahun satu hari dia tidak memperoleh remisi dari hari anak nasional. Sesuai dengan aturan undang-undang mengatakan anak-anak itu 0-18 tahun jadi di atas itu bukan disebut anak-anak,” terangnya.

  Hal ini merujuk pada implementasi Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 tentang syarat dan tata cara pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat,  Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat.

  Pada kesempatan ini, Kepala LPKA membacakan amanat Menteri Hukum dan Ham Yasonna H Laoly bahwasanya PMP HAN ini merupakan bagian dari pemenuhan hak anak binaan selama menjalani masa pidana.

  Semua anak binaan berhak atas hak dasar dan hak bersyarat yang telah diatur dalam Undang-Undang (UU). Hak dasar antara lain hak beribadah, mendapatkan perawatan kesehatan, dan memperoleh pendidikan. sedangkan hak bersyarat salah satunya adalah Pengurangan Masa Pidana (PMP).

  “Ini merupakan salah satu bentuk PMP atas dasar kemanusaiaan dimana anak binaan adalah aset negara yang selalu diupayakan kepentingan terbaik demi tumbuh kembangnya, dan semua disini sepakat bahwa tumbuh kembang anak binaan yang terbaik adalah berada di dekat orang tuanya maupun lingkungan asalnya”, ucap Sarlota. (kar/tri)

Data dan Fakta

LPKA Kelas II Jayapura

  1. 1. Penghuni 41 Anak (Usia < 18 Tahun)
  1. a) 26 Laki-laki
  2. b) 5 Perempuan
  1. 2. Asal daerah: Paling banyak Merauke (Papua Selatan) 17-20, Kota dan Kabupaten Jayapura (Papua) 12 Anak, lainnya dari Wamena (Papua pegunungan) 4 anak dan sisanya dari Timika (Papua Tengah).
  1. 3. Jenis Tindak Kriminal :

Tahun Lalu Didominasi  Jambret dan Cuanmor

Tahun ini : Januari-Juli  Didominasi Kasus Asusila

  1. 4. Berasal Lingkungan Keluarga Menengah ke bawah, Kelurga Broken Home dan Salah Lingkungan Pergaulan
  1. 5. Anak tetap diberikan pembinaan mental dan bekal ketrampilan dan kesempatan ikut ujian sekolah

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Ada yang Salah Dalam Penetapan Tersangka JampidsusAda yang Salah Dalam Penetapan Tersangka Jampidsus

Ada yang Salah Dalam Penetapan Tersangka Jampidsus

Menurut Anthon, penetapan tersangka yang dilakukan setelah penggeledahan dan kemudian dilanjutkan dengan pelimpahan berkas perkara…

2 days ago

Putra Misionaris Korban Pembunuhan Minta Hentikan Kekerasan

Dari rekaman suara selama 13,56 menit yang tersebar terdengar jelas jika Wesley nampak ikut berduka…

3 days ago

Ada Batu Bogor yang Harus Bunyikan Klakson

Ada sejumlah rute dan salah satunya menuju Mamberamo Raya. Ya jika hanya mengandalkan pesawat tentu…

3 days ago

Dokter Spesialis Anak Jelaskan Penyebab Paru-paru Basah

Paru-paru basah atau pneumonia merupakan infeksi pada jaringan paru-paru yang menyebabkan kantung udara terisi cairan…

3 days ago

Ratusan Ular Kobra Lepas saat Banjir , Warga Digigit hingga Dilaporkan Tewas

Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan lebat selama beberapa hari yang dipicu Topan Maysak mengakibatkan banjir…

3 days ago

Puskesmas Rimba Jaya Tak Luput dari Pemalangan

Puskesmas Rimba Jaya yang berlokasi di Lepro, Kelurahan Rimba Jaya, Merauke, berada dalam satu kawasan…

3 days ago