Categories: BERITA UTAMA

Kapolres Diminta Anstisipasi Putusan MK

Irjen Pol Rudolf Rodja ( FOTO : Elfira/Cepos)

JAYAPURA-Kapolda Papua, Irjen Pol. Rudolf Alberth Rodja mengatakan situasi Papua menjelang putusan Mahkamah Konstitusi  (MK) aman dan tentram. Dimana aktivitas masyarakat berjalan seperti biasa.

Meskipun demikian, Polda Papua beserta Polres jajaran menurut Alberth Rodja senantiasa mengantisipasi hal-hal yang dapat mengganggu keamanan dan ketentraman masyarakat di Papua. 

“Untuk hal-hal yang perlu diantisiapsi kami menyiapkan itu,” ucap Kapolda kepada Cenderawasih Pos usai menghadiri sidang kelulusan calon Taruna  Akpol dan kelulusan sementara calon Bintara  PTU dan Tamtama Polri di SPN Polda Papua, Selasa (25/6).

Sebelumnya, dalam gelar operasioanal Kapolda telah menyampaikan kepada para Kapolres jajaran untuk mengantisipasi tanggal 27 Juni yang menjadi agenda keputusan MK.

Dimana, semua anggota harus menyiapkan diri untuk mengantisipasi hal tersebut. Terutama  nanti pada 1 Juli saat mulai sidang sengketa untuk legislatif di MK.

“Untuk sidang sengketa legislatif kita sudah harus bisa memetakan daerah-daerah mana, partai politik mana, orang-orang mana yang tidak puas dan lain sebagainya. Para Kapolres sudah harus memetakan itu,” tegasnya.

Dalam pesta demokrasi menurutnya tentu ada yang menang dan ada juga yang kalah. Untuk itu, Kepolisian berharap semua pihak bisa menerima  apapun yang menjadi putusan Mahkamah Konstitusi, sehingga kondusifitas di Papua tetap terjaga.

Secara terpisah, Kapolres Puncak Jaya, AKBP. Ary Purwanto mengatakan terkait putusan MK yang direncanakan pada tanggal 27 Juni nanti tidak berdampak kepada masyarakat yang ada di Puncak Jaya.

Kendati demikian, pihaknya sudah mengimbau masyarakat untuk mempercayakan apapun hasilnya kepada proses yang sedang terjadi di MK. Dimana apapun yang terjadi masyarakat tetap menghormati itu.

“Kita sudah mengimbau masyarakat untuk tidak  ada pengerahan massa, unjuk rasa ataupun pergeseran massa hingga ke Jakarta. Biarkan saja masyarakat beraktivitas  seperti biasa.  kita bisa melihat, mendengarkan apa yang menjadi keputusan MK nantinya,” terangnya.

Untuk Pileg,  Polres Puncak Jaya menurutnya telah bertemu tokoh masyarakat an memberikan pemahaman agar apa yang menjadi  tuntutan mereka  sedang dalam proses di MK dan itu adalah lembaga tertinggi yan harus ditaati bersama.

“Untuk kegiatan patroli seperti sweeping dan razia sudah rutin setiap hari kami lakukan. Sambil menunggu perkembangan  selanjutnya  tentunya nanti ketika terjadi eskalasi peningkatan, terjadi perkembangan situasi  cara bertindak kita berubah di lapangan,” pungkasnya. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Pembelian BBM Subsidi Bakal Dibatasi!

Salah satu poin yang disiapkan dalam rancangan instruksi kepala daerah adalah pembatasan jumlah pembelian BBM…

3 hours ago

Ketika Sekolah Formal Tak Lagi Terjangkau, PKBM Menjadi Pintu Kedua

Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud) tahun 2023 menunjukkan, sebanyak 152.319 anak di…

6 hours ago

Pemprov Papua Barat Tingkatkan Status Siaga Karhutla Menjadi Waspada

Pemerintah Provinsi Papua Barat telah meningkatkan status penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari siaga…

11 hours ago

Trafik Pelabuhan Merauke Tumbuh di Atas 10 Persen

Pengembangan Pelabuhan Merauke terus dipersiapkan seiring meningkatnya aktivitas dan trafik angkutan barang. Saat ini, pengembangan…

12 hours ago

BKPSDM Provinsi Papua Pegunungan Didesak Beri Kepastian

Koordinator Umum, Bertho Nayak Entama, menegaskan bahwa proses CASN Formasi 2024 telah berjalan cukup lama,…

13 hours ago

Kebakaran di Dok IX, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

  Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik…

14 hours ago