

Ketua Majelis Rakyat Papua, Timotius Murib
JAYAPURA-Terkait dengan kasus penembakan di Beoga Kabupaten Puncak, Majelis Rakyat Papua (MRP) membentuk tim untuk penyelesaian kasus tersebut.
Ketua Majelis Rakyat Papua, Timotius Murib mengaku sangat prihatin dengan kasus-kasus penembakan di Beoga Kabupaten Puncak. Dimana kasus penembakan ini merugikan masyarakat dan juga aktivitas pemerintahan di daerah tersebut.
“Pastinya ini menjadi perhatian kita bersama. Bahkan kami juga tengah membentuk tim untuk penyelesaian konflik tersebut. Mengingat dengan kondisi demikian pastinya banyak pihak yang dirugikan. Khususnya masyarakat, yang mana mereka tidak bisa menerima hak-hak dasar mereka seperti pendidikan, ekonomi, kesehatan dan sebagainya,” ungkap Timotius Murib kepada Cenderawasih Pos, belum lama ini.
Pihaknya sangat merasa kecewa dengan kondisi yang terjadi di Beoga. Karena masyarakat tidak dapat menerima fasilitas dari pemerintah. Untuk itu, MRP sebagai lembaga negara dan lembaga kultural orang asli Papua sangat mengutuk perbuatan tersebut.
“Kami mengutuk perbuatan tersebut. Menembak seorang guru, sama halnya dengan kita menembak sebuah generasi orang Papua. Ini harus dipahami oleh teman-teman dan adik-adik kami,” tambahnya.
Adapun teror KKB sebelumnya terjadi Kamis (8/4), dimana KKB melakukan aksi penembakan di sebuah kios di Kampung Julugoma yang menyebabkan Oktovianus Rayo seorang guru SD Inpres Beoga tewas ditembak. Tak puas menembak mati guru, pada sore hari KKB membakar tiga ruang SMAN 1 Beoga.
Berlanjut pada Jumat (9/4) sore, kelompok tersebut melakukan penembakan kepada seorang Guru SMPN 1 Beoga bernama Yonatan Randen dengan luka tembak di bagian dada hingga meninggal dunia.
Pada Minggu (11/4) malam, KKB kembali berulah dengan membakar sembilan ruang SMPN 1 Beoga.
KKB pimpinan Lekagak Telenggen, juga menembak mati seorang pengendara ojek bernama Udin (41) di Kampung Eromoga, Distrik Emokia.
Aksi KKB berlanjut dengan menembak seorang pelajar kelas X SMAN Ilaga bernama Ali Mom di Kampung Tagaloa pada Kamis (15/4).
KKB kembali berulah di Kampung Dambet, Sabtu (17/4) dengan membakar gedung sekolah, rumah kepala suku dan tiga rumah dinas guru.
Terakhir KKB menembak Kabinda Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Nugraha Karya, Minggu (25/4). (fia/ana/nat)
Dua akademisi ekonomi asal Papua turut memberikan ulasan komprehensif mengenai latar belakang, dampaknya terhadap pasar…
IG diamankan saat mengambil sebuah paket yang sebelumnya telah dicurigai petugas berisi narkotika di…
Rapat paripurna tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pembahasan perubahan APBD sekaligus momentum…
Bukan sekadar tentang usia sebuah kampung, tetapi tentang sebuah benih iman yang pertama kali…
Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)…
Salah satu perhatian utama Rustan adalah penyaluran bansos yang dinilai masih belum sepenuhnya tepat…