Categories: BERITA UTAMA

Ambrosius Nababan Bukan Pengurus Pusat Partai Hanura

Kenius Kogoya  (FOTO: Noel/Cepos)

JAYAPURA-Menangapi viralnya ujaran rasis yang dilakukan Ambrocius Nababan yang mengunakan baju Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) 

Ketua Partai DPD Hanura Provinsi Papua, Kenius Kogoya mengaskan bahwa Ambrosius Nababan bukan pengurus pusat Partai Hanura. 

“Bahwa Ambrosius Nababan pernah menjadi Caleg DPR RI Dapil Papua, namun bukan sebagai pengurus pusat Partai Hanura 2020-2024,” tegas Kenius Kogoya.

Kenius menegaskan bahwa Partai Hanura benar – benar melarang ujaran kebencian dan rasis bagi siapa saja di negara ini. 

“Perlu diketahui bahwa ujaran rasis dan perilaku rasisme adalah hal yang sangat dilarang oleh Partai Hanura. Sehingga ujaran dan tindakan yang dilakukan oleh Ambrosius adalah tindakan yang tidak terpuji,” ucapnya. 

Untuk itu sebagai ketua Partai Hanura Provinsi Papua, Kenius Kogoya meminta kepada seluruh masyarakat Papua dan Indonesia pada umumnya  untuk tidak menyangkutpautkan kasus rasisme dengan Partai Hanura. Karena hal ini merupakan dua hal yang berbeda, dimana hal tersebut disampaikan bersifat individu bukan Partai. 

“Sama sekali tidak ada sangkut paut dengan Partai Hanura. Jangan disangkutpautkan dengan Partai Hanura, karena kami Hanura sangat menentang rasisme,” tegasnya lagi. 

Bahkan Partai Hanura secara tegas meminta agar kasus yang disampaikan oleh Nababan dapat ditindak tegas oleh pihak kepolisian. Sehingga menjadi pelajaran bagi siapapun untuk tidak merendahkan manusia lainnya. Karena semua sama di hadapan Tuhan sebagai ciptaan yang sesuai dengan gambar dan rupa Allah. 

“Saya meminta  kepolisian  untuk mengusut tuntas kasus ini sesuai dengan hukum dan peraturan perundang- undangan yang berlaku,” tambahnya. 

“Saya setuju dan sependapat  mendukung pihak- pihak yang hendak melaporkan ke pihak berwajib. kami menyampaikan permohonan maaf jika ada termuat warna dan logo Partai Hanura  yang beredar di medsos. Terima kasih,” sambungnya. 

Sementara itu, sejumlah tokoh, keluarga dan warga yang ada di Papua maupun di luar Papua dari berbagai kalangan, melakukan aksi petisi dengan judul tangkap dan adili Ambrocius Nababan atas sikap rasis dan penghinaan bagi Natalius Pigai.

Aksi petisi tersebut dilakukan sebagai gerakan spontan merespon status bernada rasisme oleh akun facebook atas nama Ambrocius Nababan di media sosial yang beredar sepekan ini.

Kecaman datang dari berbagai kalangan. Bahkan muncul petisi di berbagi grup WhatsApp dimana ada sejumlah tokoh adat, agama, aktivis, ASN, bupati, tokoh, perempuan, akademisi, pemuda gereja, mahasiswa dan juga masyarakat Papua.(oel/nat) 

newsportal

Recent Posts

Kejati Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Proyek Jalan Boven Digoel

Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam perkara tersebut, Jumat…

4 hours ago

Wajib Menang Meski Banyak Celah

Tim Mutiara Hitam wajib mengamankan tiga poin untuk memutus tren buruk mereka di awal musim…

19 hours ago

Sama-sama Mabuk, Seorang Guru Dibacok Teman Minum

Penganiayaan tersebut diduga dipicu cekcok antara korban dan pelaku berinisial RM (20) dimana pelaku dan…

1 day ago

Tekanan Diplomatik di Forum PBB Momentum Emas Bagi Indonesia

Sorotan ini menjadi krusial mengingat posisi geopolitik Pasifik dan sensitivitas isu kedaulatan nasional Indonesia di…

1 day ago

​Perjanjian Roma dan New York Agreement Dianggap Cacat

Bertepatan dengan peringatan momen bersejarah Perjanjian Roma, yang jatuh, 30 September setiap tahunnya, pihak KNPB…

1 day ago

16 Pejabat Baru Dilantik jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran

Dalam reshuffle kali ini, Prabowo melantik sejumlah pejabat untuk mengisi posisi strategis di pemerintahan. Mereka…

1 day ago