Categories: BERITA UTAMA

Program MBG Kembali Beroperasi

JAYAPURA – Setelah sempat terhenti selama masa libur panjang sekolah, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan kembali berjalan secara optimal di wilayah Abepura, Kota Jayapura. Memasuki ajang tahun pelajaran baru 2026/2027, pendistribusian makanan bergizi bagi para siswa telah berlangsung sejak Senin (20/7) dan berjalan lancar hingga hari keempat pelaksanaannya.

Sejumlah sekolah dasar di kawasan Abepura seperti SD YPPK Gembala Baik, SDN Kotaraja, dan SD Negeri 3 Abepura dan lainnya mengonfirmasi bahwa pelayanan MBG kini telah kembali normal guna mendukung kesehatan dan ketahanan belajar para siswa.

Di SD YPPK Gembala Baik Abepura, pelayanan MBG disuplai oleh mitra Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Dapur Sejahtera. Untuk memastikan pembagian makanan berjalan tertib tanpa mengganggu Jam Belajar Mengajar (JBM), pihak sekolah menerapkan skema pendistribusian mandiri yang terstruktur.

Kepala Sekolah SD YPPK Gembala Baik Abepura, Anastasia Kunthi Parwito Sari, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pihaknya telah membentuk tim internal khusus untuk mengelola penerimaan makanan dari petugas dapur SPPG.

“Saat makanan tiba di sekolah, tim kami menerima dan menempatkannya terlebih dahulu di area gazebo. Untuk siswa kelas kecil (kelas 1 dan 2), wadah makanan akan diantarkan langsung ke dalam kelas dengan bantuan guru, petugas satpam, dan tim keamanan,” ujar Anastasia.

Sementara itu, untuk siswa kelas 3 hingga kelas 6, pengelolaan dilakukan secara lebih mandiri melalui mekanisme piket kelas. Dimana, petugas piket dari masing-masing kelas mengambil jatah makanan di gazebo. Usai makan bersama, tempat makanan (ompreng) diikat dan dihitung kembali sesuai jumlah semula. Setelah itu, wadah diantarkan kembali ke gazebo untuk diverifikasi oleh petugas SPPG sebelum diangkut pulang.

Pihak sekolah juga menunjukkan sikap inklusif dan responsif terhadap kondisi medis maupun keputusan orang tua murid. Bagi anak-anak yang dilarang menerima makanan dari program MBG karena alasan kesehatan (seperti alergi) atau pertimbangan keluarga, pihak sekolah tetap memfasilitasi mereka.

“Kami sangat menghormati keputusan tersebut. Di beberapa kelas ada satu atau dua anak yang membawa bekal sendiri dari rumah. Prinsip utamanya adalah kebersamaan saat jam istirahat tiba, semua anak makan bersama di dalam kelas, baik yang menikmati menu MBG maupun yang membawa bekal dari orang tua,” tambah Anastasia.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Pelatihan Kakao Perkuat Kapasitas Petani dan Koperasi di Raja Ampat

Sebanyak 19 petani kakao di Kampung Wailebet, Kepulauan Batanta, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya,…

30 minutes ago

Bupati Tolikara Pastikan Kesiapan BPL GIDI Pusat di Kanggime

Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, baik pembangunan…

1 hour ago

Ridwan Pimpin PEPABRI Papua, Fokus Perkuat Soliditas dan Kesejahteraan Anggota

Usai terpilih, Ridwan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Musda dan pengurus sebelumnya yang telah membangun…

2 hours ago

Kapal Nelayan Tenggelam di Perairan PNG, 5 Selamat, 2 Orang Hilang

‘’Dari laporan  yang kami terima, 5 ABK dari kapal itu berhasil diselamatkan masyarakat. Sedangkan 2…

4 hours ago

Palang Kantor  Dinkes  Merauke Segera Dibuka

Bupati Merauke Yospeh Bladib Gebze memastikan akses Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke yang saat ini…

5 hours ago

Polisi Ingatkan Pelaku Kriminal, Pilih Bertobat Atau Berobat

Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, menegaskan operasi ini difokuskan pada penindakan tindak pidana 3C,…

6 hours ago