Categories: BERITA UTAMA

Jokowi: Siapkan Generasi Emas dari Papua!

   Dijelaskan, memang tidak bisa drastis sekali, tetapi upaya menurunkan angka 21 persen turun ke angka 14 persen tidak secepat yang dilakukan sebelumnya, sebab memang penanganan stunting tidak hanya menyangkut soal tambahan makanan bergizi tetapi juga mesti didukung oleh sanitasi atau lingkungan tempat tinggal, rumah, air bersih dan lain sebagainya juga harus terkonsolidasi dengan baik.

Presiden Jokowi saat berbincang bincang dengan ibu ibu yang membawa anaknya untuk melakukan vaksinasi PIN Polio di Posyandu Rajawali tiga di Perumahan Graha Nendali, Kabupaten Jayapura.

   “Itu yang terus kita lakukan hingga saat ini. Harapannya dengan upaya ini kita bisa menurunkannya dibawah angka 14 persen dengan semua ambil bagian,” pintanya.

   Presiden RI Joko Widodo berharap semua harus berperan aktif bahu membahu dalam menurunkan angka stunting di Indonesia dengan memberikan makanan tambahan, peningkatan sanitasi, peningkatan kwalitas kesehatan dan lainnya.

Presiden RI Joko Widodo juga menambahkan, sebagai bentuk upaya pemerintah Indonesia dalam mencegah terjadinya peningkatan kasus penyakit polio terhadap anak dan TBC  di Indonesia, karena saat ini di dunia telah terjadi out break kasus polio dan TBC, Maka, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan dan dibawah jajarannya saat ini sedang melakukan pemberian vaksinasi PIN Polio di Indonesia.

   “Daerah yang masih rendah vaksin Polionya diharapkan bisa terus ditingkatkan supaya anak anak bisa mendapatkan vaksin polio untuk menjaga kesehatan anak -anak, sambil menunggu pemberian vaksin Polio oleh Dinas Kesehatan setempat,”ujarnya.

   Sementara itu, Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengharapkan para orang tua memberikan asupan makanan yang bergizi kepada anak untuk mencegah stunting atau pertumbuhan lambat.

“Orang tua harus selalu memberikan makanan bergizi kepada anak, begitu pula dengan kader posyandu agar menyiapkan makanan tambahan bergizi supaya menghindarkan anak-anak kita dari stunting,” ungkapnya.

  Ditambahkan, untuk mencegah stunting atau pertumbuhan lambat sangatlah mudah, tetapi membutuhkan keseriusan dari orang tua. “Makanan bergizi itu tidaklah mahal, dapat ditemukan di alam, sehingga membutuhkan orang tua yang pandai untuk mengelola sumber makanan itu menjadi bermanfaat supaya baik untuk dikonsumsi,””ujarnya

   Dia menjelaskan, khusus di Sentani, Kabupaten Jayapura, yang memiliki danau begitu luas dapat dimanfaatkan sebagai dapur alam untuk pemenuhan protein. “Anak-anak harus diberikan asupan makanan bergizi seperti ikan, daging, kacang-kacangan, supaya membuat mereka kuat dan cerdas.”pesannya. (dil/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Makanan Disebut Tidak Layak, Dapur Lapas Abepura Disidak

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses penerimaan bahan makanan, kebersihan dan kelayakan dapur, kondisi…

1 day ago

Seriusi Penanganan HIV-AIDS, KPA Kota Jayapura Susun Renstra

Penyusunan Renstra tersebut dibahas dalam dua kali rapat koordinasi lintas sektor. Rapat pertama dipimpin langsung…

1 day ago

PDIP Papua Soroti Pembentukan Dewan Eksekutif TP3C

BTM menegaskan, PDI Perjuangan menghormati keputusan dan kewenangan Gubernur Papua dalam membentuk struktur percepatan pembangunan…

1 day ago

Sejumlah Anak Perusahaan PT Irian Bhakti Bermasalah

“Kami akan usahakan lebih cepat dari waktu yang diberikan gubernur, ada beberapa yang harus diperbaiki.…

1 day ago

300 Lebih Tenaga Kerja Diganti Sesuai Rekomendasi BPK

Kepala DLH Kabupaten Jayapura, Salmon Telenggeng, mengatakan bahwa pergantian tenaga kerja tersebut merupakan tindak lanjut…

1 day ago

Jalur Batavia Minta Korban, Enam Penumpang Speedboat Tenggelam

Dalam perjalanan, mesin speedboat mengalami gangguan dan mati mendadak sehingga perahu kehilangan kendali dan terbalik.…

1 day ago