Categories: BERITA UTAMA

KKB Klaim Diserang 14 Roket

KKB Sebut Kepemimpinan Jokowi Buruk

JAKARTA, Jawa Pos-Upaya pengejaran TNI dan Polri terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua terus dilakukan. Bahkan, KKB yang memakan diri Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat- – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim telah diserang dengan dihujani 14 roket. 

Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menjelaskan, sesuai laporan di lapangan, diketahui TNI dan Polri telah melakukan serangan udara ke basis pertahanan TPNPB-OPM. Setidaknya ada 14 roket diluncurkan ke Kampung Opitawak, Tembagapura. “14 roket itu ditembakkan tiga Hari berturut-turut,” paparnya. 

Pada 18 Maret ada empat roket yang menyasar Kampung Opitawak. Lalu, empat roket juga terdengar dekat Kampung yang sama pada 19 Maret. “Jumat 20 Maret ada enam roket diserahkan ke kami,” papar Sebby. 

Dia mengatakan, TNI dan Polri menggunakan helicopter untuk melomtarkam roket tersebut. Namun, dipastikan tidak ada anggota TPNPB-OPM yang menjadi Korban. “Kami tidak ada korban jiwa, yang pasti ditemukan serpihan roket di lokasi,” ujarnya. 

Serangan roket itu hanya merusak alam di Papua. Sebby juga mengatakan bahwa pihaknya mengamati kepemimpinan Jokowi di Indonesia. Kepemimpinan Jokowi dinilai Buruk Karena membuat banyak Korban masyarakat Papua akibat perintah operasi militer. “Apalagi aktor utama pembakaran rumah dan sebagainya itu militer,” tuturnya. 

Sebby menuturkan, banyak kebohongan publik dilakukan untuk menutupi kejahatan militer di Papua. Bagi yang percaya kebohongan itu, TPNPB-OPM mengelompokkannya menjadi pihak mendukung genocide di Papua. “ikami anggap begitu,” tuturnya dalam keterangan tertulisnya yang diterima kemarin. 

Sebelumnya, Polda Papua merilis pembakaran sebuah gereja di Tembagapura yang diduga dilakukan oleh KKB. Sebab, gereja tersebut menjadi tempat persembunyian KKB. “bahkan, masyarakat terpaksa mengerahkan gereja Karena ancaman,” ujar Kabidhumas Polda Papua Kombespol A.M Kamal. 

Namun, saat dihubungi untuk mengkonfirmasi adanya serangan roket, Kamal tidak menjawab. Pesan singkat yang dikirim juga tidak direspon. (idr/JPG)

newsportal

Recent Posts

Demo Tolak MBG Serentak Disinyalir Terorganisir

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…

55 minutes ago

Kericuhan di Pelabuhan, KM Gunung Dempo Pilih Tunda Berlabuh

Saat kapal dalam perjalanan menuju  Jayapura, tiga penumpang ini diketahui merokok di dalam kapal, tepatnya…

2 hours ago

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

14 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

22 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

23 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

1 day ago