

Bupati Puncak, Willem Wandik, SE., M.Si., saat menemui warga yang menyampaikan aspirasi di depan kediaman Bupati Puncak di Ilaga, Jumat (20/8).(foto: Ishak for Cepos)
JAYAPURA-Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) dilaporkan terlibat kontak tembak dengan aparat TNI di Kabupaten Puncak, sejak 14 Agustus 2021.
Dari informasi yang didapatkan, kontak tembak antara TNI dan OPM terjadi di Distrik Beoga Utara tepatnya di Kampung Mundidok dan puncaknya pada Kamis (19/8). Dampak dari kontak tembak tersebut, seorang ibu rumah tangga terkena peluru akibat salah tembak dan sudah dievakuasi ke Timika.
Akibat kejadian tersebut, warga melakukan demo di kediaman Bupati Puncak, Willem Wandik, SE., M.Si., Jumat (20/8) sore.
Mereka meminta anggota ditarik dari Distrik Gome Utara agar mereka bisa kembali ke kampung, membangun kembali honai dan gereja yang dibakar.
Salah satu warga Kampung Mundidok yang juga pengurus gereja menyampaikan bahwa honai miliknya dan kantor gereja dibakar.
“Kita tinggal di sana (Kampung Mundidok-red). Saya punya honai dan kantor gereja semua hancur dibakar,” ucap warga tersebut sebagaimana video yang didapatkan Cenderawasih Pos.
Di hadapan Bupati Willem Wandik, warga meminta Pemkab Puncak agar honai dan kantor gereja yang dibakar dibangun kembali. Warga juga mempertanyakan kenapa honai miliknya dibakar.
Sementara itu, Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua Frits Ramandey menyampaikan, Goliath Tabuni sebelumnya sudah menyampaikan bahwa mereka berhenti perang. Sebagaimana Komnas HAM dan beberapa elemen sedang melakukan upaya negosiasi dengan pihak ini (OPM-red)
“Kita meminta seluruh operasi harus dilakukan secara terukur supaya tidak menimbulkan korban. Perlu diingat situasi di Ilaga sebelumnya sudah mulai kondusif dan membaik. Ini harus dirawat dan yang dikedepankan adalah pemerintah daerah bukan aparat. Karea kalau aparat yang bertindak menimbulam resistensi dan problem baru,” papar Frits.
Lanjut Frits, Komnas HAM prihatin atas situasi ini. Komnas HAM berharap operasi bisa terukur sehingga tidak menimbulkan korban baru.
“Komnas HAM sudah mendapat informasi soal kejadian di Puncak, tapi kita belum verifikasi. Dimana terjadi pembakaran honai, ada yang meninggal dalam honai dan ada anggota TPN-OPM yang terkena tembak. Tapi kami belum bisa verifikasi hal tersebut,” kata Frits.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan aparat terkait tidak bisa dikonfirmasi. (fia/nat)
Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan,…
Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di…
Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap…
Selain itu, juga disepakati hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dalam penantanganan nota kesepahaman antara masyarakat…
Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…
Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…