

JAYAPURA- Dua orang nelayan Kampung Mandala, Kota Jayapura atas nama Takdir (30) dan Baso (20) dilaporkan belum kembali saat melaut oleh pihak keluarga korban, Senin (20/5) sekira pukul 13.55 WIT.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura, Putu Arga Sujarwadi, menjelaskan bahwa menurut keluarga korban bahwa kedua nelayan tersebut melaut sejak Sabtu (19/5) sore lalu. Namun hingga kemarin keduanya belum kembali. Untuk itu, pihak keluarga memutuskan untuk melaporkan ke ABK kapal RB 222 Jayapura untuk membantu melakukan pencarian.
“Kami langsung bersama kru Kapal Rubber Boat (RB) 222 Jayapura langsung melakukan pencarian di titik koordinat yang telah ditentukan dibantu Polair Polda Papua dan masyarakat nelayan,” jelasnya kepada wartawan di Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura, Senin (20/5).
Arga Sujarwadi mengatakan terkait dengan operasi SAR nelayan yang yang belum kembali saat mencari ikan, saat ini pihaknya melakukan pencarian menggunakan Rescue Boat 222 Jayapura.
“Kami telah berkoordinasi dengan potensi SAR yang ada seperti TNI AL dan Dit Polair Polda Papua dengan harapan korban dapat ditemukan lebih cepat dan saya menghimbau agar tim rescue selalu mengatakn safety dalam OPS SAR,” ujarnya.
Dikatakan, pihaknya sudah melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar Teluk Humboldt hingga ke laut Utara Jayapura, namun hingga sore ini pencarian belum membuahkan hasil dan pencarian akan dilanjurkan besok hari (hari ini-red). (bet/nat)
Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…
Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…
Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…
Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…
“Jadi itu kan nilai proyek pembangunan fisik, sebenarnya di angka Rp 1,6 miliar anggarannya. Kenapa…
Dalam pidatonya yang disiarkan melalui kanal YouTube Borobudur Hukum Channel, Megawati menyoroti kondisi penegakan hukum…