Categories: BERITA UTAMA

Pemprov Diminta Bantu Pasien Gizi Buruk dan Tumor Asal Yahukimo

JAYAPURA-Dua pasien Orang Asli Papua (OAP) asal Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, menjalani perawatan intensif di dua rumah sakit di Jayapura. Keduanya bernama Maleaki Ahayon (1), dan Kostan Lelampo (16)

Maleaki Ahayon, merupakan bayi laki-laki berusia 1 tahun 3 bulan berasal dari Distrik Ubahak, Kabupaten Yahukimo.  Sejak 12 Februari 2024 lalu menjalani perawatan intensif di RSUD Abepura, Ia divonis gizi buruk.

Sementara Kostan Lelampo (16) yang juga pasien asal Kabupaten Yahukimo, tengah dirawat di RS Dian Harapan Jayapura. Kostan terdiagnosis penyakit tumor.

Dirinyapun telah di menjalani operasi selama tiga kali di RS Dian Harapan. Dan saat ini tengah bersiap menjalani operasi yang keempat.

Maleaki Ahayon, dan Kostan dibawa ke RSUD Abepura dan RS Dian Harapan berkat dukungan Legislator Papua Natahan Pahabol.

Nathan Pahabol mengaku membawa kedua pasien tersebut, karena prihatin, dengan kondisi mereka, berasal dari keluarga yang kurang mampu atau berekonomi lemah.

Apalagi kedua pasien tersebut sama sekali tidak memiliki kartu BPJS. Sehingga biaya perawatannya menggunakan pembiayaan secara mandiri.

“Kebetulan beberapa waktu lalu saya ke Distrik Anggruk dan dapat informasi soal anak Maleaki Ahayon ini, Merasa prihatin, akhirnya saya inisiatif kirim dia dan keluarganya dari Anggruk ke Jayapura dan dirawat di RSUD Abepura, setelah mendapat perawatan puji Tuhan ada perubahan,” tutur Nathan Pahabol, di Jayapura Senin (19/1) kemarin.

Sebagai legislator Papua Dapil Yahukimo, Nathan Pahabol menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua, terutama Penjabat Gubernur, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD Abepura, serta Direktur RS Dian Harapan yang telah menangani dan melayani kedua pasien ini dengan baik.

“Khsusus kepada RSUD Abepura, saya benar-benar salut karena walau sudah beda provinsi tapi masih mengutamakan kemanusiaan dan menolong warga dari Yahukimo Papua Pegunungan,” ujarnya.

Melihat persoalan tersebut, Nathan Pahabol meminta dengan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, terutama Penjabat Gubernur dan Kepala Dinas Kesehatan setempat agar mengambil kebijakan untuk menyelamatkan dan memproteksi pasien asal Papua Pegunungan yang banyak dirujuk ke sejumlah rumah sakit di Jayapura.

“Kami minta Penjabat Gubernur Papua Pegunungan bisa berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Papua Pegunungan untuk berkomunikasi dengan RSUD Jayapura dan RS Dian Harapan agar bisa membantu administrasi bagi kedua pasien ini,” tandasnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Populasi Satwa Endemik Papua Semakin Berkurang

Populasi sejumlah satwa liar di Papua Selatan, termasuk kangguru Papua (Macropus agilis), disebut mengalami penurunan.…

43 minutes ago

Cek-cok di Jalan Poros SP 5 Timika, Korban Tewas Ditikam Badik

Kasi Humas Polres Mimika Iptu Amir Rado mengonfirmasi peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa pelaku AB…

3 hours ago

Gubernur Apolo Ingatkan Peserta Konvenda PPK se-Regio Papua Perkuat Iman

Momentum akbar itu mengusung tema “Menjadi Sahabat Yesus Dalam Keberagaman.” Kegiatan ini  menjadi forum pertemuan…

8 hours ago

Kemarau Panjang Picu Kenaikan Harga Cabai dan Sayuran

Harga cabai, khususnya cabai rawit, di Pasar Wamanggu Merauke pada Jumat (18/9/2026) berada di kisaran…

9 hours ago

Pemprov Papua Siapkan Mudik Gratis Nataru

   Selain program mudik gratis, Mathius mengatakan Pemprov Papua juga menyiapkan subsidi transportasi laut sebagai…

1 day ago

Presiden Harus Bersikap Setelah Gereja Beri Sinyal

Komisi 1 DPR Papua menilai langkah sejumlah denominasi gereja di Tanah Papua yang membentuk wadah…

1 day ago