Categories: BERITA UTAMA

Oknum Ajudan Pejabat Berulah

Ferdinan Hallatu ( FOTO : Denny/ Cepos )

Diduga Pukul 2 Petugas Avsec Bandara Wamena 

WAMENA-Dua orang petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Wamena menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oknum ajudan pejabat Pemprov Papua berinisial RW.

Pemukulan tersebut terjadi di pintu utama keberangkatan penumpang di Bandara Wamena, Selasa (16/7) sekira pukul 10.15 WIT. 

Pemukulan tersebut bermula saat petugas Avsec Bandara Wamena menjalankan tugas memeriksa identitas dan tiket calon penumpang yang akan masuk ke ruang keberangkatan. 

Saat petugas memeriksa tiket calon penumpang rombongan pejabat Pemprov Papua, calon penumpang tidak dapat menunjukkan tiket dengan alasan tiket diurus pihak maskapai. 

Sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) dimana setiap calon penumpang wajib menunjukkan identitas dan tiket, petugas kemudian mengarahkan rombongan pejabat tersebut untuk menghubungi petugas maskapai yang mengurus tiket mereka. 

Namun sayangnya terjadi kesalahpahaman sehingga oknum ajudan pejabat mencekik leher petugas. Melihat hal itu, petugas lain berusaha melerai namun petugas bernama Orlando justru dipukul oleh RW hingga jatuh ke lantai.  

Pelaksana Harian Unit Penyelenggara Udara Bandar Udara (UPBU) Kelas 1 Wamena, Ferdinan Hallatu yang dikonfirmasi wartawan, Kamis (18/7) membenarkan adanya insiden pemukulan terhadap petugas Avsec yang diduga dilakukan oknum ajudan pejabat di lingkungan Pemprov Papua. 

Insiden pemukulan tersebut menurut Hallatu, sudah ditangani Polsek KP3 Udara dan diselesaikan secara kekeluargaan. Meskipun sudah diselesaikan secara kekeluargaan, namun pihak bandara masih menunggu hasil visum terhadap korban.

“Apabila dari hasil visum nanti terjadi gangguan kesehatan akibat benturan maka akan dilakukan proses hukum,” ucap Hallatu. 

Pihaknya menyayangkan terjadinya insiden pemukulan terhadap petugas Avsec Bandara Wamena yang sedang menjalankan tugas. Apalagi, petugas menurutnya sudah menjalankan tugas sesuai dengan SOP, dimana setiap calon penumpang yang menggunakan jasa transportasi udara kecuali presiden dan wakil presiden wajib memperlihatkan kartu identitas dan tiket. 

“Dari sisi aturan, petugas sudah menerapkan sesuai SOP. Dimana semua calon penumpang masyarakat umum dan pejabat kecuali presiden dan wakil presiden, petugas bandara wajib memeriksa identitas sesuai dengan tiket serta pemeriksaan lainnya,” tuturnya.

Terkait insiden pemukulan ini, Hallatu menyebutkan oknum ajudan pejabat yang melakukan pemukulan telah melanggar aturan di bandara. 

“Karena dari sisi keamanan dan keselamatan semua calon penumpang wajib diperiksa agar dipastikan keamanan dan keselamatnya  sebelum terbang ke tempat tujuan,” pungkasnya.(jo/nat)

newsportal

Recent Posts

Pembelian BBM Subsidi Bakal Dibatasi!

Salah satu poin yang disiapkan dalam rancangan instruksi kepala daerah adalah pembatasan jumlah pembelian BBM…

3 hours ago

Tiga Unit Pelayanan Makan Bergizi Gratis di Mimika Masih Disuspen

Kepala BGN Regional Papua Tengah Nalen Situmorang mengonfirmasi bahwa tiga SPPG yang berstatus suspen tersebut…

4 hours ago

Jurnalis Desak Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Krakatau Diperpanjang

Aksi damai ini digelar bertepatan dengan hari kedelapan berjalannya operasi pencarian dan pertolongan (SAR). Keheningan…

5 hours ago

Ketika Sekolah Formal Tak Lagi Terjangkau, PKBM Menjadi Pintu Kedua

Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud) tahun 2023 menunjukkan, sebanyak 152.319 anak di…

6 hours ago

Wagub Papua Selatan Minta HKTI Bela Petani, Rangkul OAP dan Jauhi Politik Praktis

Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa memberi pesan tegas kepada jajaran Himpunan Kerukunan Tani Indonesia…

9 hours ago

Gubernur Apolo Ajak Aliansi Sasak Lombok Berkontribusi untuk Papua Selatan

Apolo mengatakan, Pemerintah dan masyarakat Papua Selatan menyampaikan selamat dan sukses atas amanah yang diberikan…

10 hours ago