Categories: BERITA UTAMA

Walikota Jayapura Harus dari Port Numbay

JAYAPURA– Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo mengatakan, kehadirannya sebagai Wali Kota Jayapura saat ini adalah representasi dari masyarakat adat Port Numbay. Ia berharap pemilu ke depan tetap mendorong sosok putera asli Port Numbay. Ini menurutnya harga yang tak bisa ditawar. “Saya mau sampaikan bahwa jabatan Wali Kota Jayapura adalah hak penuh orang Port Numbay,”ucap Abisai Rollo saat turkam di Kampung Tobati, Jumat (13/6)

Kata Abisai Rollo bahwa, perjuangannya menjadi Wali Kota Jayapura sangat panjang dan berat. “Saya maju jadi Wali Kota baru yang ketiga kalinya saya menang. Dua kali maju sebelumnya saya kalah yakni di Pilkada 2010 dan 2017,” ceritanya. Abisai melihat cerita ini telah Tuhan atur dimana 2 kali Pilkada sebelumnya itu diberikan kepada Benhur Tomi Mano, anak dari Kampung Tobati dan ketiganya diberikan kepada dirinya dari marga Rollo dari Kampung Skouw Yambe.

Kata ABR bahwa, Jika dikaitkan dengan sejarah dimana injil pertama kali masuk di Metu Debi Kampung Enggros dan Tobati. Sehingga orang pertama anak Port Numbay yang menjadi Wali Kota dimana Tuhan sudah atur untuk dimulai dimana injil masuk pertama kalinya.

Karena dari Kampung Enggros-Tobati ini injil kemudian masuk ke Kampung Skouw Yambe. Maka setelah BTM Wali Kota kemudian dilanjutkan oleh dirinya saat ini. “Biarkanlah sejarah ini terus berlanjut kedepannya bahwa Wali Kota ini adalah hak penuh anak Port Numbay,”terangnya. “Dari marga Mano, lalu ke marga Rollo dan seterusnya. Kecuali Wakil Wali Kotanya bisa dari suku mana saja, tetapi kalau ada anak Port Numbay yang punya kemampuan kenapa tidak,” paparnya.

ABR kembali menegaskan bahwa kehadiranya sebagai Wali Kota Jayapura merupakan representasi masyarakat adat Port Numbay. Pasalnya dalam sejarah dimana ia merupakan Wali Kota Jayapura pertama dari seorang ondoafi atau tokoh adat. Selain itu ia merupakan Wali Kota Jayapura kedua dari anak asli Port Numbay.

“Estafet kepemimpinan Wali Kota Jayapura ini tidak boleh berpindah harus dilanjutkan anak Port Numbay. Jika tuhan berkehendak saya 2 periode maka selanjutnya harus anak Port Numbay lagi,”tutup ABR. (ans/ade).

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Isu Penghentian Rekrutmen CPNS Diklarifikasi

Menurutnya, kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan fiskal daerah, mengingat beban belanja…

11 hours ago

Ikan Sapu-sapu “Serang” Danau Sentani?

Kabar terkait keberadaan ikan sapu-sapu atau Hypostomus plecostomus yang ditemukan di Danau Sentani sempat membuat…

12 hours ago

Papua Krisis Tenaga Laboratorium Medik

Ia merinci, kebutuhan tenaga ATLM di masing-masing wilayah cukup tinggi. Papua Pegunungan menjadi daerah dengan…

13 hours ago

Bertahun-tahun Tugas di Nusakambangan, Sempat Tegang Saat Tiba di Lapas Abepura

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak lagi dipandang sebagai tempat akhir dari perjalanan hidup seseorang, melainkan sebuah…

14 hours ago

Wali Kota Kembali Tegaskan Larangan Pungli di Sekolah

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan…

15 hours ago

Satgas Mafia BBM Selidiki Kasus Modifikasi Tangki BBM

Kasubdit IV Tipidter Polda Papua, Kompol Agus Ferinando Pombos, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir…

16 hours ago