

JAYAPURA-Dihantam gelombang besar, perahu nelayan yang bermuatan satu keluarga dilaporkan terbalik di perairan antara Bosnik dan Pulau Auki, Kabupaten Biak Numfor, Sabtu (15/6) sekira pukul 17.50 WIT.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal saat dikonfirmasi, Minggu (16/6) membenarkan kejadian tersebut.
Dikatakan, perahu nelayan tersebut ditumpangi satu keluarga yang terdiri dari kepala keluarga bernama Sartial Inggamer (47) selaku motoris, ibu rumah tangga Lani Rumbiak (34) beserta keempat anaknya.
“Akibat kejadian tersebut tiga orang tewas bernama Lani rumbiak (34), Samuel Inggamer (2) dan Sampari inggamer (3). Sementara korban selamat bernama Sartial Inggamer (47), Ida Inggamer (16) dan Melki Inggamer (5),” terangnya.
Sebelum dihantam gelombang, korban beserta keluarga menggunakan perahu keluar dari Kampung Orwer, Biak Timur ke perairan Pulau Urbin, Distrik Padaido, Kabupaten Biak Numfor sekira pukul 15.05 WIT.
Di tengah perjalanan antara Pulau Auki dan Soryar, perahu yang ditumpangi para korban dihantam ombak yang mengakibatkan perahu terbalik. Sekira pukul 19.00 WIT, warga nelayan dari Bosnik menuju Pulau Pay, Distrik Pay melihat ada collbox yang hanyut dan melihat para korban, kemudian menghampiri dan memberikan pertolongan.
Selanjutnya para korban dievakuasi ke Pantai Soryar Distrik Biak Timur dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Biak. Akibat dari kejadian tersebut 3 orang penumpang, Lani rumbiak (34), Samuel inggamer (2) dan Sampari inggamer (3) meninggal dunia. Sedangkan 3 korban lainnya, Sartial Inggamer (47), Ida inggamer (16) dan Melki inggamer (5) masih dirawat di RSUD Biak.
“Langkah yang diambil pihak Kepolisian saat itu menerima laporan, mendatangi korban di RSUD Biak, melakukan koordinasi dengan instansi terkait, meminta keterangan saksi. Kasus tersebut telah ditangani oleh Polres Biak Numfor,” papar Kamal. (fia/nat)
Pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Abepura, Kota Jayapura, kecolongan. Enam orang tahanan kasus…
Menurutnya, pengurus yang bergabung dalam organisasi olahraga harus memiliki tujuan yang sama, yakni membangun prestasi…
Siapa sangka, berawal dari modal nekat pasca-menganggur, produk hiasan dinding dan kaligrafi estetik buatannya kini…
Prestasi ini bukan sekadar kemenangan pribadi, melainkan simbol keberhasilan masyarakat Tolikara dalam membangun masa depan…
Usman mengaku rumahnya digeledah selama kurang lebih 30 menit. Dalam proses tersebut, ia mengklaim mendapat…
Zulhas menghitung bahwa jika penyelewengan ini terus berlanjut selama satu tahun, kerugian negara dapat mencapai…