Categories: BERITA UTAMA

Ambruk Usai Dihantam Kayu

Dari Rekontruksi Pembunuhan Seorang Petugas Kebersihan di Sentani

SENTANI– Setelah ditangkap pada 16 Januari  lalu, pelaku pembunuhan seorang petugas kebersihan di Sentani Kabupaten Jayapura berinisial AM (25) akhirnya dihadirkan dalam rekonstruksi. Proses rekonstruksi  dikawal ketat mengingat warga disekitar Komplek BTN Pemda Doyo Baru mulai berkumpul.

Dalam adegannya, AM memperagakan 13 yang dimulai dari pelaku berjumpa dengan korban PK (61).  Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay, melalui Kasat Reskrim AKP Arrya Nusa Hindrawan menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan tersangka sebelum melakukan pembunuhan tersebut, dirinya mengkonsumsi minuman keras bersama dua orang temannya.

Setelah hari mulai pagi, ia memutuskan untuk pulang sehingga mereka berpisah. Kemudian saat hendak pulang dan melewati belakang Warung Lalapan 88, Komplek BTN Pemda Doyo Baru, AM bertemu dengan korban.

Disitu terjadilah perselisihan antara korban dan pelaku dan tanpa berpikir panjang, korban langsung memukuli korban menggunakan kayu hingga korban tewas seketika.  Usai melakukan perbuatan keji tersebut, AM langsung melarikan diri. Setelah ditelusuri dan dilakukan pengejaran, akhirnya iapun ditangkap di Dermaga Pantai Yahim.

“Rekonstruksi telah dilakukan,  sesuai dengan hasil penyelidikan dan pengakuan AM,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (13/2) kemarin.  Lanjutnya, pelaku pembunuhan tersebut hanya satu orang yaitu AM dan ia juga sudah mengakui perbuatannya.

“Lalu ada 6 orang saksi yang diperiksa dan untuk motif pembunuhan disebabkan karena pelaku dipengaruhi minuman keras, ” jelas Arrya. 

“Berdasarkan pengakuan korban dan hasil pemeriksaan lebih lanjut yang kami lakukan membuktikan bahwa korban meninggal dunia akibat hantaman benda tumpul di kepala korban dan ada luka lainnya ditubuh korban yang disebabkan oleh benda tumpul berupa kayu, ” tambahnya.

Lanjutnya, adapun barang bukti yang telah diamankan berupa pakaian tersangka yang digunakan saat membunuh korban, kayu yang digunakan untuk memukul korban. “Adegan kami lakukan di satu lokasi saja yang menjadi tempat kejadian perkara dan ada 13 adegan,” tutup Arrya. (ana/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Lapas Wamena Over Kapasitas

Kepala Lapas Wamena Lukas Aponno, SH menyatakan, meskipun saat ini Lapas Wamena mengalami over kapasitas,…

2 days ago

Festival Budaya Biak – Melanesia 2026 Siap Digelar

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Biak Kabupaten Biak Numfor, Turbey Onny Dageubun, S.Pi.,M.Si mengatakan, Festival…

2 days ago

Kabut Asap di Wamena Merupakan Kiriman dari Papua Selatan

Prakirawan BMKG Station II B Wamena Bahrul Iskandar menyatakan kabut asap yang menyelimuti kota Wamena…

2 days ago

Gubernur Apolo Tekankan Pelayanan Prima kepada Masyarakat

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo menegaskan pembangunan sektor kesehatan tidak cukup hanya dengan menyediakan gedung…

2 days ago

Kasus Kusta di Papua Naik,  Siapkan Empat Strategi Untuk Mengatasi

   Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Papua, Purnomo Sidhi, mengatakan bahwa hingga September 2026…

2 days ago

Pemprov Papua Selatan Latih 115 Lulusan SMA/SMK OAP

Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari pendidikan vokasi yang bertujuan…

2 days ago