Categories: BERITA UTAMA

Proses Perdamaian Ditunda

Tiga Bupati Ajak Warga Lanny di Wouma Ikut Prosesi Perdamaian

WAMENA-Proses perdamaian antara dua kelompok warga yang terlibat bentrok di kampung Wesakma, Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya, yang rencananya digelar Jumat (14/1) kemarin, ditunda sehari.

Penundaan ini dilakukan lantaran 3 pimpinan daerah harus benar-benar menyakinkan masyarakat yang bertikai terlebih dahulu agar konflik seperti ini tidak terulang kembali.

Untuk itu tiga bupati yaitu Bupati Lanny Jaya yang juga Ketua Asosiasi Bupati se-Pegunungan Tengah, Befa Yigibalom, Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua dab Bupati Nduga, Wentius Nimiangge kembali mengunjungi warga yang terlibat konflik.

Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom menyatakan kunjungan ini sekaligus untuk mengajak kelompok warga yang terlibat pertikaian tepatnya yang ada di Kampung Wesakma, Distrik Wouma untuk menghadiri acara perdamaian yang akan digelar Sabtu (15/1) hari ini, di Lapangan Sinapuk.

Penundaan prosesi perdamaian menurut Befa Yigibalom dilakukan lantaran pihaknya masih melakukan pembicaraan dengan warga yang ada di Wouma.

“Kita harus terima kasih untuk Tuhan karena Dia bekerja di hati para pemimpin dan hati bapak-bapak semua, sehingga dalam waktu singkat mau berdamai. Saya bersama Bupati Jayawijaya dan Nduga, kami sudah ketemu keluarga di atas (Ilekma) dan Puji Tuhan keluarga di atas sudah ingin berdamai. Bupati Nduga juga bekerja keras untuk perdamaian ini,” tutur Befa Yigibalom, Jumat (14/1).

Befa kembali menegaskan kepada warga Lanny Nduga yang ada di Kampung Wesakma bahwa pembayaran kompensasi Rp 2,5 miliar yang ditanggung bersama tiga pemerintah bukanlah pembayaran kepala. Sebab pemerintah tidak akan pernah membayar kepala baik  sekarang dan sampai waktu-waktu yang akan datang. Karena nyawa manusia tidak bisa dibayar dengan apapun, manusia itu mahal karena diciptakan oleh Tuhan.

“Jadi karena mereka mendengar pemimpin sehingga kami tiga bupati menyampaikan terima kasih. Damai itu besar dan ada keselamatan di dunia ini. Sehingga hari ini kami juga datang ke kampung Wesakma,” tuturnya.

Selain mengupayakan perdamaian, ketiga pemerintah daerah juga memiliki PR yakni pembangunan kembali 47 rumah dan honai warga yang terdampak bentrok beberapa waktu lalu. Sebab warga yang terdampak ini sama sekali tidak ada kaitan dengan konflik yang terjadi kemarin.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Nduga, Wentius Nimiangge menyatakan bahwa ke depan Lapago akan menjadi provinsi sehingga kegiatan-kegiatan pertikaian seperti ini harus diakhiri.

Dirinya mengajak warga Lanny Nduga di Ilekma maupun Nduga Lanny di Wouma untuk bergandengan tangan dan memajukan daerah masing-masing. Karena Nduga, Lanny Jaya dan Jayawijaya adalah satu.

“Model-model yang masih konflik-konflik begini buang jauh, saya tidak setuju. Jayawijaya ini basis pendidikan jadi yang datang disini jangan buat onar,” tegasnya

Ia juga mengajak warga Lanny Nduga untuk menghadiri perdamaian yang akan dilakukan di lapangan Sinapuk. Sebab secara budaya mau lepas alat-alat tajam yang seperti saat ini dipegang harus di lepas dan ditinggalkan di rumah.

“Besok (hari ini, red) kita harus damai. Kita harus tandatangan pihak di atas dan di bawah harus jabat tangan. Sehingga aktivitas ekonomi pendidikan dua kelompok ini harus kembali berjalan,” pintanya.

Pada kesempatan itu, ketiga bupati juga memberikan uang senilai Rp 300 juga kepada warga Lanny Nduga di di Wouma.

Adapun terkait 47 rumah terdampak, Bupati Nduga, Wentius Nimiangge berjanji akan bertanggung jawab untuk membantu membangun kembali rumah yang terbakar.

“Kalau masalah rumah, kami akan tanggung jawab. Karena itu kami punya rakyat, jadi kita harus tanggung jawab. Jadi kita harus kasi naik rumah. Kecuali nyawa, kita tidak bisa ganti,” tutupnya.

Di tempat yang sama, Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua menyampaikan terima kasih kepada warga Lanny Nduga dan warga Jayawijaya karena masih mendengar arahan tiga bupati. Sebagai bupati kabupaten induk, Jhon Banua menyampaikan terima kasih banyak kepada seluruh warga.

“Jadi ini juga masyarakat saya. Kami sudah bicara dan diskusi hal-hal yang terjadi dan kami bertiga akan sama-sama bertanggungjawab,”tutupnya.(jo/nat)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: WAMENA

Recent Posts

Dana Otsus Bukan untuk Operasional dan Belanja Kantor!

Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…

3 hours ago

Bupati Keerom Minta Distrik Bersih dan Aman jelang Puncak HUT RI

Fokus utama arahan tersebut adalah menjaga keamanan, kebersihan, serta kedisiplinan jajaran pemerintahan distrik dalam melayani…

4 hours ago

Kapolres Merauke: Jangan Sampai Kejadian di Puncak Terjadi di Merauke

Leonardo mengatakan, kejadian tersebut menjadi perhatian bersama karena menimbulkan kerugian. Karena itu, berbagai potensi persoalan…

4 hours ago

Ini Alasan Fatal Mengapa Bendera Merah Putih Haram Menyentuh Tanah!

Pengibaran Bendera Merah Putih menjadi salah satu bagian paling dinantikan dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan.…

5 hours ago

Potensi Besar di Sektor Retribusi, Tapi Terbentur Kepentingan Masyarakat Adat

   Car Free Day (CFD) yang digelar setiap Sabtu tersebut kini menjadi salah satu ruang…

5 hours ago

Meriahkan HUT RI, Joged Veronika dan Yospan Asaibori di Mandala

  Salah satu atraksi yang akan menjadi perhatian dalam peringatan HUT ke-81 RI tahun ini…

6 hours ago