Categories: BERITA UTAMA

Pemerintah Izinkan Salat Idul Adha di Masjid

*PELNI Catat Peningkatan Muatan Hewan Kurban

JAKARTA, Jawa Pos – Menjelang Idul Adha, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD bersama menko lainnya membahas sejumlah persiapan. Berdasar rapat yang dilaksanakan kemarin sore (13/7), mereka mempersilakan masyarakat untuk melaksanakan salat Idul Adha di tempat-tempat ibadah.

Menko Polhukam Mohammad Mahfud MD

Keterangan tersebut ditegaskan Mahfud. ”Boleh dilakukan di tempat ibadah baik lapangan maupun di masjid,” ungkap dia. Namun demikian, pemerintah meminta masyarakat untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan. Hal itu penting lantaran pandemi virus korona di Indonesia masih belum mereda. Sehingga masyarakat harus selalu waspada.

Karena itu pula, Mahfud menambahkan, pihaknya menganjurkan supaya salat Idul Adha dilaksanakan di lingkungan yang terbatas seperti perumahan dan sekolah. ”Jadi, bisa dilakukan di tempat dan jumlah jemaah terbatas,” ujar Mahfud. Dengan begitu, potensi penularan virus korona di antara masyarakat dapat ditekan.

Pemerintah memastikan sudah menyiapkan cara-cara yang tepat supaya perayaan Idul Adha tahun ini tetap berjalan lancar meski pandemi belum usai. Untuk itu, masyarakat ditekankan tidak bertindak diluar protokol kesehatan yang sudah dianjurkan oleh pemerintah. ”Silakan berhari raya dengan khusyuk,” kata dia. 

Di sisi lain, Jelang hari raya Idul Adha muatan hewan ternak menurut PT PELNI semakin meningkat. Terutama sapi. Perusahaan itu memiliki satu kapal ternak, yakni KM Camara Nusantara 1. Terhitung hingga pertengahan Juli ini, muatan hewan ternak sapi pada kapal yang dioperasikan oleh PELNI mencapai 2.968 ekor.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI Yahya Kuncoro Mencatat distribusi dan kebutuhan akan hewan ternak masih akan terus meningkat. ”Pekan kedua Juli ini, KM Camara Nusantara 1 telah membawa 548 ekor sapi menuju Jakarta. Dari jumlah tersebut, 398 ekor sapi dibawa dari Kupang dan 150 ekor dibawa dari Waingapu,”tuturnya.

Yahya bahkan optimis kedepan juga masih terjadi kenaikan meski pandemi Covid-19. Misalnya pada periode Agustus sampai dengan akhir tahun 2020, manajemen menargetkan KM Camara Nusantara 1 mampu mengangkut hingga 3.850 ekor sapi. Target tersebut naik sebesar 24 persen dari realisasi pada periode yang sama di 2019.

”Kami terus berusaha untuk memaksimalkan kapal ini guna memenuhi kebutuhan hewan ternak sapi di Indonesia,” tambah Yahya. Kapal khusus ternak KM Camara Nusantara 1 memiliki kapasitas hingga 550 hewan sapi dalam satu kali perjalanan. Kapal tersebut juga didukung dengan jadwal pelayaran yang tetap dan teratur. Sehingga dapat memberikan kepastian waktu bagi para pengguna jasa untuk mempersiapkan dan mengirimkan hewan ternaknya. 

”Hadirnya kapal khusus ternak turut membantu menjaga kualitas hewan hingga pelabuhan tujuan,” ungkap Yahya. Dia menjelaskan bahwa kapal tersebut didesain dengan memperhatikan prinsip animal welfare yang dapat membantu meminimalkan penyusutan bobot ternak sebesar 8 – 10 persen. (lyn/syn/JPG)

newsportal

Recent Posts

Pangkogabwilhan Diminta Evaluasi Sistem Operasi di Papua

Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…

17 hours ago

Target Sentuh Atap Langit, Temui Masjid Megah di Tepi Danau

Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…

18 hours ago

Hitung-hitungan Dana Otsus Harus Sampai Akhir Tahun

Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…

24 hours ago

Pengelolaan Sagu Harus Bisa Berkelanjutan

Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…

1 day ago

Papua Lepas 840 Calon Jemaah Haji

Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…

1 day ago

Terapi Baru untuk Kanker Stadium Lanjut Kini Tersedia di Dalam Negeri

“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…

1 day ago