Categories: BERITA UTAMA

Penyelundupan 384 Botol Miras Kembali Digagalkan

PENYELUNDUPAN MIRAS: Kepala UPBU Wamena, Joko Harjani dan Staf serta Petugas Avsec Bandara Wamena saat memeriksa 384 botol Miras Jenis vodka yang ditemukan dalam 8 karton di Bandara Wamena, Kamis (13/6). ( FOTO : Denny/ Cepos )

Dikirim Via Wamena, Rencana Dibawa ke Kabupaten Puncak Jaya

WAMENA-Daerah pegunungan tengah Papua tampaknya menjadi sasaran para pelaku penyelundupan Miras (minuman keras).

Setelah Senin (10/6) lalu 336 botol Miras nyaris lolos melalui Bandara Wamena yang digagalkan oleh aparat Polsek KP3 Bandara Wamena, giliran petugas Avsec Bandara Wamena yang berhasil menggagalkan penyelundupan 384 botol miras jenis vodka yang dikemas dalam 8 karton, Kamis (13/6) kemarin. 

Ratusan botol vodka tersebut dikirim melalui penerbangan salah satu maskapai yang dilengkapi dengan lebel keberangkatan dari Bandara Sentani Jayapura. Hal ini diduga ada oknum petugas yang sengaja membeking penyelundupan tersebut.

Selain mengamankan 384 botol vodka, tiga orang penjemput berinisial SH, HL dan EJ. Para penjemput ini merupakan supir lajur antar kabupaten yang sering melayani rute Wamena ke Kabupaten Puncak Jaya. 

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) kelas I Wamena, Joko Harjani mengatakan, penangkapan ini terjadi sekira pukul 16.14 WIT., tidak lama setelah pesawat yang membawa Miras ini mendarat di Bandara Wamena. 

Tidak lama kemudian, tiga orang datang dan mengaku akan mengambil barang. Petugas Avsec Bandara Wamena yang curiga dengan barang yang kemasannya  tertutup cukup rapat dan sangat berat itu, langsung melakukan pemeriksaan menggunakan x-ray di ruang tunggu penumpang.  

“Setelah dimasukkan dalam x-ray, akhirnya ketahuan 8 kardus yang ditutup rapat itu adalah minuman keras. Petugas langsung membongkar dan ternyata benar isinya adalah mnuman keras jenis vodka yang berjumlah 384 botol,”ungkapnya. 

Atas temuan tersebut, pihaknya  langsung meminta keterangan 3 orang penjemput dan menanyakan pemilik barang. Pihaknya kemudian menyerahkan barang bukti bersama tiga warga penjemput barang ke Polsek KP3  Bandara Wamena.

Dengan melihat kemasan 8 karton yang memiliki label dan sudah diberikan nomor pengiriman barang, menurut Joko Harjani barang tersebut tentunya sudah melewati areal check ini di Bandara Sentani. 

“Sesuai dengan lebel barang ini sebenarnya harus dibawa dengan dua kali penerbangan. Tetapi semua barang ini diangkut satu kali yang merupakan pesawat penerbangan terakhir dari Bandara Sentani,” tuturnya. 

Dikatakan, apabila ada lebel yang diberikan pastinya barang tersebut sudah melalui proses check in di Bandara Sentani. Untuk itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepala seksi keamanan Bandara Sentani untuk dilakukan pengecekan atau paling tidak bisa melihat proses pengiriman dengan melihat rekaman CCTV di Bandara Sentani. 

Di tempat yang sama, Kapolres Jayawijaya, AKBP. Tonny Ananda Swadaya melalui  Kapolsek KP3 Bandara Wamena, Ipda Enceng Kurniadi mengaku akan menindak lanjuti temuan ini. Pihaknya akan memeriksa tiga orang yang menjemput 8 karton berisi Miras tersebut untuk mengungkap dalang penyelundupan ini.

“Kita juga sudah melakukan koordinasi dengan Polsek KP3 Bandara Sentani untuk mengecek siapa yang mengirim Miras ini dari Jayapura menuju ke Jayawjaya agar bisa kita tindaklanjuti masalah ini,”bebernya.

Ia menulai ketiga penjemput Miras yakni SH, HL dan EJ, hanya penjemput dan berprofesi sebagai sopir di Wamena.

Dari dari hasil interogasi sementara yang dilakukan aparat, terungkap Miras tersebut akan dibawa langsung ke Kabupaten Puncak Jaya menggunakan jalan darat.(jo)

newsportal

Recent Posts

Demo Tolak MBG Serentak Disinyalir Terorganisir

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…

59 minutes ago

Kericuhan di Pelabuhan, KM Gunung Dempo Pilih Tunda Berlabuh

Saat kapal dalam perjalanan menuju  Jayapura, tiga penumpang ini diketahui merokok di dalam kapal, tepatnya…

2 hours ago

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

14 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

22 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

23 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

1 day ago