Categories: BERITA UTAMA

Ajakan Long March Dukung DOB Hoaks

SENTANI-Selebaran elektronik yang berisi ajakan untuk mengikuti aksi long march mendukung pembentukan daerah otonom baru (DOB) dan dukungan terhadap implementasi Undang-Undang Otonomi Khusus Papua, tanggal 12 Mei 2022, dipastikan hoaks.

Sekretaris Forum Pemuda Tabi, John Mauritz Suebu menegaskan bahwa ajakan melakukan long march mendukung pembentukan DOB dan implementasi UU Otsus Jilid II di Papua tanggal 12 Mei 2022 yang disebar melalui selebaran, adalah tidak benar.

Jhon Suebu mengatakan, Forum Pemuda Tabi memang berencana untuk melakukan aksi long march dalam rangka mendukung pembentukan DOB dan implementasi Otsus di Papua, namun bukan pada tanggal 12 Mei 2022 seperti yang beredar dalam beberapa hari terakhir ini. “Bukan tanggal 12 Mei, waktunya belum disepakati,” jelasnya saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Rabu (11/5) kemarin.

Dirinya memastikan rencana melakukan aksi long march untuk mendukung pembentukan DOB dan dukungan terhadap implementasi  Undang-Undang Otonomi Khusus Papua dipastikan tetap dilakukan oleh Forum Pemuda Tabi dan Saireri. Hanya waktu pelaksanaan kegiatan itu masih akan dibahas dalam rapat final yang segera dilakukan oleh forum tersebut.

“Tetap kami lakukan tetapi nanti akan dibahas mengenai waktu dan tempatnya, setelah ada rapat final yang akan kami lakukan ini,” ungkap John Suebu.

Terkait rencana aksi ini, pihaknya juga tetap memperhatikan mekanisme aturannya termasuk mengajukan izin kepada pihak Kepolisian. “Izin ke pihak Kepolisian juga akan kami tempuh tetapi itu akan dilakukan setelah rapat,” tutupnya. (roy/nat)

newsportal

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

14 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

15 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

16 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

17 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

18 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

19 hours ago