

RAZIA-Aparat gabungan di wilayah Polres Yahukimo saat melakukan razia minuman keras buntut dari kematian Victor Deal yang diketahui sempat dipengaruhi minuman keras sebelum terjadi insiden penganiayaan pekan lalu. (Kapolres Yahukimo For Cepos)
JAYAPURA-Propam Polda Papua gerak cepat mensikapi insiden ribut-ribut di Dekai Yahukimo beberapa hari lalu. Keputusannya adalah menahan Kapolsek Dekai, Ipda AS bersama seorang anggotanya Briptu EM. Penahanan ini buntut meninggalnya seorang warga Yahukimo bernama Victor Deal pada Rabu (3/9) lalu.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, mengatakan penahanan terhadap keduanya dilakukan karena diduga melakukan penanganan berlebihan saat menghadapi korban yang datang ke Mapolsek Dekai yang ketika dalam pengaruh minuman keras.
“Keduanya sudah ditahan sejak Sabtu (5/9) lalu, saat tim Propam turun ke Yahukimo untuk reposisi kasus tersebut,” jelas Kombes Cahyo di Jayapura, Selasa (9/9).
Ia menambahkan, hingga keduanya masih menjalani pemeriksaan dan langkah ini merupakan bentuk komitmen Polda Papua dalam menjamin transparansi, akuntabilitas, serta penegakan hukum yang profesional terhadap setiap peristiwa yang melibatkan institusi kepolisian.
“Hingga kini belum ada anggota lain yang diperiksa terkait peristiwa tersebut. Baru dua orang yang ditahan,” bebernya.
Sebelumnya, pada Kamis (4/9), ribuan warga Yahukimo menggelar aksi protes di Mapolres Yahukimo. Massa datang dengan membawa jenazah Victor Deal yang meninggal dunia saat berada di Mapolsek Dekai, Rabu (3/9) sekitar pukul 05.30 WIT.
Page: 1 2
Hanya saja dari banyaknya "pembantu" ini pemerintah diharapkan tak lupa bahwa ada hak dari ribuan…
Pembela HAM Papua, Theo Hesegem menyampaikan, konflik bersenjata yang terjadi di berbagai daerah seperti Kabupaten…
Data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Jayapura melalui layanan P2TP2A…
Program ini menyasar warga lanjut usia berusia di atas 75 tahun yang hidup sendirian serta…
Menurut Wilem, sejarah mencatat bahwa gaung pemekaran Papua Utara sudah dimulai sejak tahun 2012. Ia…
Dari video yang sudah ditonton ribuan orang ini tak sedikit yang tidak setuju dengan cara…