Categories: BERITA UTAMA

Bentrok Warga di Holtekamp, 7 Orang Luka-luka

TENANGKAN WARGA: Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw saat menenangkan warga di lokasi pertikaian di Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kamis (10/9). (FOTO: Elfira/Cepos)

#Dipicu Masalah Tanah, Pemalangan Jalan Dibuka Langsung Kapolda

JAYAPURA- Pertikaian dua kelompok warga Kampung Nafri dan Kampung Enggros, Kamis (10/9) kemarin mengakibatkan 7 orang mengalami luka-luka. Dari 7 warga yang menjadi korban bentrok, 3 orang dilaporkan mengalami kritis dan sedang mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Dari informasi yang diterima Cenderawasih Pos, pertikaian tersebut dipicu oleh sengketa lahan yang sudah lama terjadi di kawasan Holtekamp, Distrik Muara Tami. Akibat sengketa lahan tersebut, kemarin dua kelompok warga terlibat saling lempar, saling menyerang dan lain sebagainya. Dua mobil dilaporkan rusak dan beberapa pondok jualan warga dibakar.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw yang turun langsung ke lapangan menyampaikan, permasalahan antara kedua kampung ini perlu duduk bersama dan diselesaikan dengan baik. Sebab, melibatkan antara saudara sendiri.

“Akibat pertikaian ini ada korban yang luka-luka. Dimana korban dari Enggros sebanyak 7 orang dan dari Kampung Nafri 3 orang termasuk bapak kepala suku,” ucap Kapolda usai berdialog dengan warga.

Adapun ketujuh korban tersebut sedang mendapatkan perawatan medis di beberapa rumah sakit di Kota Jayapura. Seperti Rumah Sakit Bhayangkara, RSAL Dr. Soedibjo Sardadi Hamadi dan RSUD Jayapura. 

“Kita selamatkan korban terlebih dahulu, setelah itu membicarakan tentang permasalahan ini.  Saya mendapat laporan memang masih ada persoalan di antara kedua pihak yang saling komplain tentang hak-hak ulayat atau kepemilikan adat,” tutur Kapolda.

Terkait dengan kejadian ini lanjut Kapolda, pihaknya akan mencari jalan keluarnya. Ia juga meminta kedua belah pihak untuk menahan diri dan tidak terpicu dengan situasi, sehingga tidak memakan korban berikutnya.

 Ia menuturkan, pertikaian kedua belah pihak ini terjadi sekira pukul 14.00 WIT. Bermula dari riak-riak antara dua kelompok warga yang saling mengklaim batas tanah adat. Dimana satu pihak sudah memberikan patok. Namun,  ada pihak lain yang datang mencabut patok tersebut.

“Inilah yang membuat awalnya kesalahpahaman itu terjadi. Kemudian terjadi saling memukul, saling menyerang hingga mengakibatkan adanya warga yang luka-luka,” jelas Kapolda

Diakuinya sepanjang Jembatan Youtefa hingga Holtekamp masih ada catatan-catatan persoalan tanah adat yang sulit untuk ditengahi. 

“Biasanya kasus seperti ini kita akan selesaikan di para-para adat, kami akan membicarakan hal ini dengan Kepala Suku, ondoafi dan Ketua LMA. Sehingga semuanya bisa diselesaikan dengan baik dan tidak saling klaim yang mengakibatkan permasalahan turun-temurun,” papar Kapolda.

Sementara  itu, usai berbincang dengan warga. Kapolda membuka pemalangan jalan  Holtekamp-Hamadi sekira pukul 19.35 WIT. Serta mengunjungi korban yang sedang mendapatkan perawatan medis di rumah sakit untuk memberikan penguatan termasuk kepala suku. 

Adapun personel yang diturunkan untuk mengamankan situasi yakni anggota dari Polsek Jayapura Selatan, Polsek Abepura, Personel Polresta Jayapura Kota, BKO dari Brimob dan personel TNI. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Gubernur Papua Tiadakan Penerimaan CPNS

Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…

48 minutes ago

3 Hari Berturut-turut Masyarakat Sipil Diserang

Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…

2 hours ago

Pola Pengamanan di Papua Bakal Dievaluasi

Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…

3 hours ago

Bupati Silih Berganti Kondisi Jalan dan Selokan Tak Pernah Berubah

Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…

4 hours ago

Serap Keluhan dan Aspirasi Hakim, Mulai Masalah Pengawasan hingga Kesejahteraan

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…

4 hours ago

Sanksi Menanti yang Live Saat Jam Kerja

​Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…

5 hours ago