Categories: BERITA UTAMA

Hilang 11 Hari, Seorang Bocah Ditemukan Selamat

PERIKSA KESEHATAN: Felix Bernadus Tjoe yang dilaporkan hilang selama 11 hari saat menjalini pemeriksaan kesehatan di RS. Bhayangkara, Senin (10/2). ( FOTO: Yewen/Cepos)

JAYAPURA-Sejak dinyatakan hilang pada tanggal 31 Januari 2020 lalu, seorang bocah bernama Felix Bernadus Tjoe berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.

Bocah ini bahkan telah dijemput Kapolsek Abepura, AKP Clief Gerald Philipus Duwith di atas KM Sabuk Nusantara 100 di Pelabuhan Jayapura, Senin (10/2).

Setelah tiba di Pelabuhan Jayapura, Felix Tjoe langsung dibawa ke Polsek KP3 Laut dan dilakukan pemeriksaan kesehatan, setelah itu dibawa ke RS. Bhayangkara. 

Informasi mengenai hilangnya Felix Tjoe menjadi viral di berbagai media sosial (medsos) baik Facebook, Instagram, Watshap, dan medsos lainnya. 

Felix tiba menggunakan KM Sabuk Nusantara dari Biak. Kabarnya, ia sempat mau turun di Sarmi. Namun pihak kapal berhasil mengamankan dan membawanya menggunakan kapal ke Jayapura.

“Sempat mau turun di Sarmi, tetapi capten kapal dengar radio informasi ada anak yang hilang, sehingga langsung mengamankan Felix dan membawanya menggunakan kapal ke Jayapura,” kata Kapolsek Abepura, AKP Clief Gerald Philipus Duwith kepada Cenderawasih Pos di Pelabuhan Jayapura, Senin (10/2).

Duwith berharap, para orang tua lebih memberikan perhatian dan pengawasan terhadap setiap anak-anaknya, sehingga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. 

“Kami harapkan orang tua lebih memberikan pengawasan dan tidak lalai dalam memberikan perhatian terhadap anak-anaknya,” pintanya.

Duwit juga berharap orang tua dan seluruh masyarakat di Papua agar ketika ada kehilangan seperti anak bisa dapat dicek secara baik-baik, sehingga tidak muncul isu-isu yang justru mencemaskan seluruh masyarakat di Papua.

“Kalau misalnya ada anak hilang mohon dicek secara baik di dalam keluarga. Sebab bisa saja anak tinggalkan rumah karena tidak merasa nyaman, tidak mendapatkan perhatian dari orang tua, dan lain sebagainya. Hal inilah yang harus diperhatikan secara baik oleh masyarakat ke depan,” ucapnya.

Duwith mengatakan, pihaknya sudah membawa Felix untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan di RS. Bhayangkara dan memang ada keluhan-keluhan yang disampaikan oleh anak, sehingga butuh pendampingan dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Jayapura Kota. Terutama bagaimana memberikan trouma healing kepada Felix, sehingga dapat melaksanakan aktivitas seperti biasa kedepan dengan baik.

“Ada keluhan dari anak tersebut, sehingga kami akan minta Unit PPA dari Polresta Jayapura Kota untuk melakukan trouma healing dan juga bisa memberikan pendampingan kepada Felix kedepan,” ujarnya. 

Sementara itu, Orang tua Felix Tjoe, Pdt. Anis Tjoe, mengucapkan terima kasih kepada Tuhan Allah dan juga kepada semua pihak yang telah ikut terlibat dalam mencari dan menemukan anaknya yang sudah kurang lebih 11 hari dinyatakan hilang.

“Saya secara pribadi dan keluarga mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Papua, Kapolresta Jayapura Kota, Kapolsek Abepura, nahkoda dan ABK KM Sabuk Nusantara 100 serta semua pihak yang telah terlibat mencari dan menemukan anak kami. Puji Tuhan, sudah ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat,” ucapnya.

Anis berharap, kerja sama yang dilakukan oleh institusi kepolisian dalam menyikapi berbagai masalah yang ada di wilayah Kota Jayapura ini tetap terbangun selalu antara pihak kepolisian dan masyarakat tetap terjaga selalu. 

Sementara  itu, penyidik Reskrim Polresta Jayapura Kota menelusuri motif dibalik hilangnya bocah usia 10 tahun ini. Dimana bocah dinyatakan hilang atau meninggalkan rumah pada 31 Januari lalu.

“Kita masih melakukan pendalaman dan motif sehingga anak ini bisa berada di Yapen dan mengikuti orang yang tidak dikenalnya. Kita dalami siapakah oarng itu atupun kronologisnya seperti apa,” ucap Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas kepada wartawan di Mapolresta Jayapura Kota, Senin (10/2).

Menurut Kapolres, bocah ini ditemukan di Pelabuhan Yapen dan didatangi oleh petugas setempat. Kemudian nahkoda maupun ABK KM Sabuk Nusantara membantu untuk mengangkut kembali anak tersebut pulang ke Jayapura.

“Karena diketahui anak ini rumahnya berdomisili  di Tanah Hitam Abepura, sehinga anggota mengembalikan anak tersebut ke Jayapura,” terang Kapolresta.

Dalam pengakuannya, ia mengikuti orang yang tidak dikenalnya sampai di Biak. Sementara orang yang diikuti FBC sedang dalam pengecekan. “Kami akan  minta keterangan daripada  orang tuanya,  namun paling   tidak anak ini cerita dulu,” ungkap AKBP Gustav.

“Kondisi anaknya baik dan sehat sudah diperiksa kesehatan oleh Paur Klinik Polresta Jayapura Kota dan anaknya sudah dikembalikan kepada keluarga,” pungkasnya.  (bet/fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Pemkab Keerom Tertibkan Bangunan di Kawasan Hijau Trans Papua

Pemerintah Kabupaten Keerom mulai mengambil langkah tegas terhadap keberadaan bangunan permanen maupun semipermanen yang berdiri…

13 hours ago

RD Akui Calon Lawan Sangat Kuat di Playoff

Fase grup kini hanya menyisakan 1 pertandingan, sekaligus menjadi partai penentu puncak klasemen. Persipura akan…

14 hours ago

Masyarakat Sipil Jadi Korban Gas Air Mata

Bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan terjadi di kawasan tersebut mengakibatkan aparat kepolisian terpaksa…

15 hours ago

Ricuh di Waena, Tertib Di Abepura

Meski sempat terjadi negosiasi antara demonstran dan pihak kepolisian, namun tidak mendapat titik temu. Aparat…

16 hours ago

Salib Hitam Bentuk Protes Mahasiswa

Kepada Cenderawasih Pos, Lenius selaku Negosiator Somap USTJ mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan pihaknya sebagai…

17 hours ago

Buron Selama 4 Hari, Pelaku Aniaya Kepsek di Mappi Akhirnya Diringkus

Kasus pembacokan yang terjadi di pertengahan Jalan Kampung Dagimon ini sempat menggegerkan warga Kota Kepi.…

18 hours ago