Categories: BERITA UTAMA

Ratusan Warga Dikabarkan Mengamankan Diri ke Gereja

Aktivitas warga yang berjalan normal di Intan Jaya, Selasa (9/3). ( FOTO: Polres Intan Jaya for Cepos)

Kapolres: Kami Akan Menjamin Keamanan Warga

JAYAPURA- Ratusan warga meninggalkan tempat tinggalnya pasca kontak tembak antara TNI dan Organinasi Papua Merdeka (OPM) di Kampung Puyagia, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya pada Sabtu (6/3). Dimana dalam kontak tembak tersebut satu orang dilaporkan meninggal dunia.

Administrator Keuskupan Timika P Marthen E Kuayo menyebutkan, ratusan warga yang melakukan pengungsian berasal dari daerah Baitapa, Kampung Puyagia Distrik Sugapa dan Kampung Pesiga.

“Pasca penembakan terhadap Melianus daerah Puyagia dan Pesiga tidak aman lagi, sehingga  masyarakat memilih mengungsi di dua gereja yakni Gereja Kingmi  dan Gereja Katolik yang ada di Intan Jaya,” ucap Pastor Marthen saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Selasa (9/3).

Dikatakan, sudah dua hari warga berada di dua gereja tersebut dan sudah membuka tenda. Dimana jumlah mereka saat ini sekira 300 orang terdiri dari anak-anak dan perempuan.

“Kondisi mareka masih dalam keadaan takut. Sementara pihak TNI dan TPN-OPM sudah mengambil tempat di masing-masing dalam keadaan tegang,” kata Pastor Marthen.

Lanjutnya, warga akan kembali ke rumah mereka masing-masing jika kondisi di daerah mereka sudah benar-benar aman.

Sementara itu, Kapolres Intan Jaya, AKBP. Sandi Sultan mengaku sudah memerintahkan Kapolsek untuk mengecek lokasi tempat di mana warga tersebut mengamankan diri mereka.

“Mereka mengamankan diri tidak jauh dari rumah mereka, hanya sekitar 1 hingga 2 kilometer saja,” kata Kapolres Sandi Sultan kepada Cenderawasih Pos.

Kapolres menegaskan, dirinya akan menjaga keamanan daripada masyarakat yang ada di Kabupaten Intan Jaya. “Saya akan berusaha agar Kabupaten Intan Jaya aman, sehingga masyarakat beraktivitas seperti biasa dan pemerintah daerah bekerja dengan baik sementara TNI-Polri menjaga keamanna masyarakat,” tuturnya.

Dikatakan, untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, anggota Polres Intan Jaya kerap melakukan patroli rutin dan melakukan pertemuan dengan para tokoh dan pengamanan di bandara.

“Harapan saya tidak ada lagi warga yang mengamankan diri. Kami akan menjamin keamanan mereka,” tegasnya.

Kapolres juga menyebut bahwa sejak tanggal 9 Maret wilayah hukumnya aman. Bahkan anggotanya patroli dan berbincang-bincang dengan warga.

Sebelumnya, kontak tembak terjadi antara TNI Tim Alap-alap 2 yang dipimpin Ltd Inf Alif dari Yonif Raider 715/MTL dengan  Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) pada Sabtu (6/3) sekira pukul 11.52 WIT di Kampung Puyagia, Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya.

Dari kontak tembak tersebut dilaporkan dua orang KSB tertembak. Satu orang meninggal dunia sementara 1 orang tertembak di kaki tetapi berhasil melarikan diri. KSB lainnya kabur membawa senjata.  (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

1 day ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

1 day ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

1 day ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

1 day ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

1 day ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

1 day ago