Namun, ia mengaku jika teknik operasi ini sedikit menyulitkan. Satu pasien yang ditangani bisa memakan waktu sekitar 2 jam jika kondisi pasiennya berat, beda dengan operasi terbuka yang membutuhkan waktu sekitar 30 menit.
“Keuntungan menggunakan teknologi ini. Selesai operasi, berapa jam setelahnya pasien sudah bisa pulang. Rasa nyerinya sedikit dibandingkan operasi dengan cara open,” jelasnya.
Namun tidak semua pasien kanker payudara bisa dioperasi dengan menggunakan alat ini. Syarat utama dilakukan operasi dengan menggunakan alat ini adalah pasien tersebut mengalami tumor jinak.
“Syaratnya harus tumor jinak, besarannya maksimum 3,2 cm. Lebih dari itu, dianjurkan untuk operasi secara open. Ini kelemahan dari teknologi ini,” ungkapnya.
Rata-rata pasien yang ditangani dr Jan dengan menggunakan teknologi ini usianya 20 tahun hingga 30 tahun. Dengan jumlah pasien yang sudah ditangani sebanyak enam orang sejak adanya alat ini. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Berdasarkan hasil penyelidikan awal otoritas kepolisian, pelaku melancarkan aksinya dengan skema yang terstruktur. Mereka menjanjikan…
Sebanyak 141 warga negara Indonesia (WNI) tercatat sedang menjalani proses hukum dan hukuman di Papua…
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta C. H. Rahangiar menjelaskan, koordinasi penanganan KLB…
Dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah Indonesia (Bakom) pada Rabu (24/6), JAM Pidsus…
Keputusan tersebut tidak datang begitu saja. Taufik diketahui sempat meminta saran kepada mantan atasannya, Dadang…
Laporan itu menjadi salah satu tuduhan paling serius yang pernah dilontarkan terhadap Israel sejak perang…