

dr Andreas Pekey, SpPD ( FOTO: Dok. Pribadi)
JAYAPURA-Seminggu terakhir, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura merawat 10 pasien ortopedi yang dibarengi dengan positif Covid-19.
Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan, dr. Andreas Pekey, Sp.PD menyampaikan, mereka dirawat bukan karena covidnya. Tapi karena penyakit lainnya, terutama pasien pasien dengan masalah tulang (ortopedi-red).
“Mereka itu dirawat bukan karena covidnya, tapi ada penyakit yang lain. Harusnya bisa isoman di rumah saja,” kata dr Andreas melalui pesan WhatsApnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (8/8).
Sementara itu, pasca mogoknya dokter kontrak di RSUD Jayapura, dr Andreas mengaku jika pelayanan sudah kembali seperti biasa.
Sebelumnya, Direktur RSUD Jayapura, dr. Anton Mote juga sudah menyampaikan bahwa pengurangan gaji dokter kontrak di RSUD Jayapura merupakan dampak dari kebijakan anggaran pemerintah pusat.
“Protes yang dilakukan Nakes belum lama ini sempat berpengaruh, namun saat ini sudah tidak,” tambah dr. Andreas ketika disinggung Nakes yang protes soal tunjangan mereka. (dil/fia/nat)
Ia menjelaskan, venue peninggalan PON yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Papua tersebar di…
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menegaskan bahwa pengamanan kegiatan penyampaian pendapat…
Tiga siswa Sekolah Negeri Khusus (SNK) Pariwisata Papua, Juan Omar, Dhafin Khairan Abuhari dan Jeskhiel…
Dari total penerima tersebut, sebanyak 1.970 orang memperoleh Remisi Umum I (pengurangan masa pidana…
Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), mengatakan kemerdekaan Indonesia tidak boleh…
Di satu sisi, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen secara tegas membantah…