Categories: BERITA UTAMA

Tugas TNI Melindungi Bukan Menakuti Rakyat

PERIKSA PASUKAN: Pangdam XVII/Cenderawasih, mayjen TNI. Yosua Pandit Sembiring saat melakukan pemeriksaan pasukan dalam upacara penerimaan Satgas Yonif Raider 321/Galuh Taruna dan Yonif Raider 514/Sabbada di Mako Batalyon Yonif 751/Raider, Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (7/3). (FOTO : Pendam XVII/Cenderawasih for Cepos)

JAYAPURA-Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring, selaku Pangkoops TNI Papua memimpin upacara penerimaan Satgas Yonif Raider 321/Galuh Taruna dan Yonif Raider 514/Sabbada Yudha yang akan melaksanakan tugas di pedalaman Papua, Kamis (7/3) di Batalyon Yonif 751/Raider.

Pasukan TNI ini akan ditugaskan untuk melaksanakan pengamanan  pembangunan infrastruktur di pedalaman Papua, terutama di Kabupaten Nduga yang sempat terhenti akibat insiden pembantaian terhadap puluhan karyawan PT. Istaka Karya yang melaksanakan pembangunan jembatan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga pada 2 Desember tahun 2018 lalu.

Dalam amanatnya, Panglima mengatakan TNI adalah prajurit-prajurit pilihan yang bertugas melindungi rakyat dan seluruh tumpah dara Indonesia. Untuk itu, ia mengingatkan agar jangan sekali-kali menakuti dan menyakiti hati rakyat dimanapun akan ditugaskan. 

Dikatakan, Papua merupakan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI ) yang memiliki nilai strategis bagi pertahanan negara dan mempengaruhi langsung terhadap kedaulatan bangsa.

“Sektor penugasan kalian adalah daerah yang masih dalam kategori rawan, masih terdapat Kelompok separatis bersenjata yang masih aktif melakukan teror, pembunuhan dan aksi kriminal lainnya baik terhadap aparatur negara maupun warga masyarakat,” jelasnya.

Selain dari aksi kriminalnya, kelompok separatis bersenjata juga aktif mengganggu program strategis nasional seperti pengerjaan proyek trans Papua di Kabupaten Nduga. Oleh sebab itu, dirinya memerintahkan semua anggota untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam setiap kegiatan.

“Perwira dan unsur komandan bawahan agar menjunjung kepemimpinan lapangan yang tegas dan terarah selama memimpin anggota, jangan malas karena malas bisa membuat kita tidak tau, jangan malas karena bisa membuat bodoh, selanjutnya kebodohan itu yang menyebabkan kehancuran,” jelasnya.

Panglima juga mengingatkan anggota untuk  mampu memenangkan hati dan pikiran masyarakat di sektor wilayah penugasan. Dimana kehadiran TNI harus mampu memberikan perlindungan dan rasa aman kepada rakyat. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Ketergantungan Pasokan Luar Picu Gejolak Harga Pangan

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua menilai tingginya ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah…

2 days ago

Aset Kendaraan Dinas Pemprov Papua Masih Bermasalah

–Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemerintah…

2 days ago

Polisi Diminta Tindak Tegas Pungli di Ruas Jalan Wisata Skori–Puay

Menurut Yunus, praktik penagihan uang kepada setiap pengunjung yang melintas di kawasan tersebut tidak dapat…

2 days ago

“Bagi Orang Papua, Menjaga Sagu Sama Dengan Menjaga Kehidupan”

   Festival yang berlangsung di halaman Kantor DPR Papua dan Kampus Universitas Cenderawasih itu bukan…

2 days ago

Program Jemput Bola Dukcapil Capai Hasil Positif

Program jemput bola yang dilaksanakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jayapura terus menunjukkan…

2 days ago

Bukan Masalah Stok, Tapi Praktik Kecurangan yang Dibiarkan Masif

   Menurutnya, mata rantai penyalahgunaan Solar subsidi harus segera diputus karena dampaknya sudah sangat merugikan…

2 days ago