Categories: BERITA UTAMA

FKN, Sulap Kampung Nelayan Jadi Destinasi Wisata

Festival Kampung Ikan Asar Didorong Jadi Brand Kota Jayapura

JAYAPURA – Pagelaran Festival Kampung Nelayan (FKN) yang digarap Dinas Pariwisata dan Ekraf Kota Jayapura pada Jumat (5/7) resmi dibuka. Kegiatan festival yang berlangsung hingga Minggu (7/7) besok, menjadikan kampung nelayan Hamadi jadi destinasi wisata bahari yang menarik.

    Sejumlah pertunjukan dan penjualan kuliner ikan ditawarkan disini. Ada lomba perahu hias, lomba perahu naga, demo memasak dengan bahan baku ikan hingga produk turunan dari semuanya ikan.

  FKN tahun ini mengambil tema Jayapura Makan Ikan Asar atau Jamaika dan Dinas Priwisata dan Ekraf sengaja mendorong agar ikan asar produk Kota Jayapura benar – benar menjadi brand yang bisa dijadikan buah tangan atau oleh – oleh.

   Pj Walikota Jayapura, Christian Sohilait mengapresiasi event ini dan meminta panitia untuk mengkonsep lebih besar. Menyiapkan event serupa namun lebih semarak. Iapun   meminta agar ikan asar dari Kota Jayapura ini bisa lebih dikenal.

Sohilait juga meminta orang tua memastikan  bisa memenuhi kebutuhan protein dari ikan kepada anak – anaknya.  “Orang tua  yang tinggal di Kampung Nelayan sebisa mungkin wajib memberikan makan ikan pada anak agar  kebutuhan protein terpenuhi. Di Jepang itu segala macam ikan dimakan mulai dari yang masak hingga yang mentah juga dimakan makanya banyak yang cerdas pintar disana (Jepang),” jelas Sohilait di lokasi FKN, Jumat (5/7).

Salah satu tarian yang ditampilkan pada pembukaan  Festival Kampung Nelayan kedua di Kampung Nelayan di Hamadi, Jumat (5/7).

   Iapun mengajak warga Kabupaten Jayapura dan Keerom mendatangi lokasi FKN. “Yang di Sentani maupun Keerom jangan lagi ke Café, tapi  mari mampir disini,” ajaknya.

   Diakhir sambutannya, Sohilait menyinggung soal kebersihan.  “Jaga kampung ini baik, mungkin kita tidak buang (sampah), tapi di sebelah sana yang kasih kotor, akhirnya kita juga yang kena disini,” imbuhnya.

   Sementara Ketua Panitia, Erik Rumansara  menyebut Kampung Nelayan dibangun setelah sebelumnya kawasan ini masuk dalam kategori kawasan kumuh.

  Namun lewat program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh)  di tahun 2017 akhirnya infrastruktur Kampung Nelayan dibangun menggunakan APBN. “Banyak manfaat mulai dari akses yang lebih mudah, anak sekolah bisa menggunakan termasuk yang mau ke pasar ikan,” kata Erik.

   FKN sendiri pernah digarap pada tahun 2020 setelah itu vakum akibat covid. Tujuan festival ini adalah untuk mengangkat dan mempromosikan objek wisata. “Kami juga ingin mengajak warga setempat merasa memiliki sekaligus menjaga dimana dalam event ini  ada beberapa tampilan mulai dari pasar ikan asar, perform tarian kreasi, kerajinan kriya, tour kapal pesiar hingga lomba perahu naga dan perahu hias,” beber Erik.

  Ia juga mengajak warga Kota untuk bisa membiasakan mengkonsumsi produk local terutama ikan asar. “Bisa dijadikan oleh oleh atau dikonsumsi harian,” tutupnya.

  Erik Rumansara yang juga Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Jayapura,   mengatakan Festival Kampung Nelayan merupakan ajang untuk menjadikan kampung itu sebagai pusat destinasi wisata di kota Jayapura.

   Pasalnya kampung itu dulunya hanya terkenal karena banyaknya sampah di daerah pesisirnya.  Hal itu tidak terlepas dari kebiasaan masyarakat di daerah kota yang membuang sampah di sembarang tempat sehingga akhirnya sampah mengalir ke laut.

  Namun pandangan  tersebut mulai berubah, setelah pemerintah pusat bekerjasama dengan pemerintah provinsi Papua membangun jembatan di kampung nelayan, dan Sejak saat itu sudah dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata di kota Jayapura.

  Dengan demikian kehadiranmu Festival Kampung Nelayan saat ini menjadi momentum untuk semakin dikenal  sebagai salah satu daerah wisata di Kota Jayapura.

  “Dulunya kampung ini terkenal dengan banyaknya sampah tetapi saat ini sudah berubah,  sekarang sudah menjadi salah satu daerah wisata di kota Jayapura,” kata sekretaris Dinas Pariwisata Kota Jayapura,  Erik Rumansara, Jumat (5/7). (roy/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Pangkogabwilhan Diminta Evaluasi Sistem Operasi di Papua

Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…

22 hours ago

Target Sentuh Atap Langit, Temui Masjid Megah di Tepi Danau

Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…

23 hours ago

Hitung-hitungan Dana Otsus Harus Sampai Akhir Tahun

Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…

1 day ago

Pengelolaan Sagu Harus Bisa Berkelanjutan

Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…

1 day ago

Papua Lepas 840 Calon Jemaah Haji

Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…

1 day ago

Terapi Baru untuk Kanker Stadium Lanjut Kini Tersedia di Dalam Negeri

“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…

1 day ago