Categories: BERITA UTAMA

Komnas HAM Diminta Investigasi Lanjutan  kasus Tewasnya 2 Warga

JAYAPURA-Himpunan Alumni Se-Jawa Bali dan Sumatera (Ha-jabasu) di Yahukimo Papua meminta Komnas HAM Perwakilan Papua segera lakukan investigasi lanjutan mengenai peristiwa dua warga yang tewas pada 15 Maret 2022 lalu di Yahukimo Papua.

Tewasnya kedua warga ini, saat melakukan  aksi penolakan pemekaran Daerah Otonom Baru (DOB) di Kabupaten Yahukimo. Dua warga yang tewas tersebut diduga akibat tembakan aparat adalah Yakob Deal (30) dan Erson Weipsa (22).

Ketua Himpunan Alumni Se-Jawa Bali dan Sumatera (HA-JABASU) Yahukimo, Elius Pase  mengatakan, peristiwa ini perlu ditindak lanjut dan tidak didiamkan.

“Hingga saat ini kami masih menunggu kejelasan tindak lanjut peristiwa ini. Sangat disayangkan, Pemerintah Daerah Yahukimo dan lembaga lainnya terkesan acuhkan peristiwa ini,” ungkap Elius Pase, kemarin (7/7).

Menurut Elius, sudah jelas dua korban itu nyawa menjadi taruhan. Namun, pemerintah sebagai orang tua mendiamkan hal itu. “Kami sangat sesalkan pemda Yahukimo terkesan diam, tidak mau berbicara peristiwa ini,”ujarnya.

Semestinya menurut Pase, Pemda sebagai orang tua bagi warganya harus mengambil langkah tegas untuk menanyakan peristiwa dugaan penembakan ini. Bukan, menutup diri seolah tidak terjadi apa-apa.  “Pemda jangan menuntup mata. Segera lihat peristiwa ini,”tegasnya.

Menurutnya, para petinggi di Yahukimo juga tidak pernah membicarakan hal ini. Dimana yang seharusnya, semua terlibat untuk menanyakan kepada pihak berwajib sejauh mana tindaklanjutnya.

Lebih lanjut, pihaknya berharap, pemda setempat harus memposisikan diri sebagai orang tua untuk melihat kasus tersebut.

“Pemda harus bersuara dan kepada pihak keamanan, keadilan harus ditegakan. Segera tindak lanjut peristiwa ini, agar pelaku bisa ungkap,” pintanya.

Ia menambahkan, peristiwa ini ditunggu kejelasannya oleh seluruh warga Yahukimo dan mengungkap pelakunya.

“Pelaku perlu diadili sesuai prosedur hukum yang ada di republik ini. Sudah jelas ada kasus, jangan diamkan segera ditindak lanjut,” tutupnya.

Sementara itu, Tim Pelapor Peristiwa 15 Maret 2022 di Yahukimo, Y Pius Kogoya meminta pihak terkait menindaklanjut investigasi peristiwa ini.

“Kami sudah laporkan peristiwa ini di beberapa lembaga terkait. Semoga investigasi lanjutan segera dilakukan,” tambahnya.

Pius mengaku sudah menyampaikan laporan ke  sejumlah lembaga di antaranya LBH-Papua, Komnas HAM Papua, Kompolnas,  DPRP, Dewan Gereja se-Tanah Papua, KontraS,Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia Lokataru Indonesia dan Amnesti Internasional Indonesia. (oel/nat)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: PAPUA

Recent Posts

Andri Siap Tebus “Hutang”

Menurut Andri, pelatih sebelumnya Rahmad Darmawan tampil cukup baik musim lalu. Mengantarkan Persipura hingga babak…

3 hours ago

Menanti Magis Paketan Alfredo dan Andri

Ini bukan kali pertama Alfredo dan Andri bekerjasama. Keduanya bahkan sudah sama-sama sudah menjadi pelatih…

4 hours ago

Tiap Hari Bayar Retribusi, Tapi Masalah yang Sudah bertahun-tahun Tak Kunjung Tuntas

  Kawasan pasar Youtefa yang berada di kawasan yang relatif rendah, membuat terjadinya genangan air…

1 day ago

Pengawasan  Pasar Entrop Segera Dievaluasi

   Penangkapan dilakukan Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polresta Jayapura Kota pada Sabtu (18/7) sekitar…

1 day ago

Pemuda Adat Heram Palang Kantor Distrik

  Berdasarkan informasi, aksi ini dipicu oleh adanya tuntutan terkait transparansi akomodasi kebijakan daerah, khususnya…

1 day ago

Ketua TP PKK Kota Jayapura Siapkan Pelatihan Beternak Babi

Di sela kesibukannya usai menerima penghargaan dari Media Seven Indonesia di Bali, Ketua Tim Penggerak…

1 day ago