Categories: BERITA UTAMA

Sepakati Lebih Sering Diskusi

DPRP – MRP Kini Lebih Mesra

JAYAPURA – Setelah pada 25 Juli lalu pimpinan dan anggota DPR Papua menyambangi kantor Majelis Rakyat Papua (MRP), maka pada Selasa (6/9) giliran MRP melakukan kunjungan balasan. Banyak yang mengaku ini belum pernah dilakukan selama Otsus berlaku. Baru kali ini saja MRP dan DPRP mulai membangun sinergi.

Jika sebelum – sebelumnya terkesan DPRP berjalan sendiri dan MRP digunakan saat dibutuhkan pertimbangan soal verifikasi keaslian orang Papua tapi dari dua kali saling berkunjung ini terlihat kedua lembaga tersebut mulai mesra.

Hanya dari pertemuan kemarin pihak MRP sempat menunggu selama 1 jam dimana seharusnya dimulai pukul 10.00 WIT namun hingga pukul 11.00 WIT hanya ada 4 anggota DPRP yakni Yanni, Yansen Tinal, Sinut Busup, dan anggota 14 kursi Yohanis Ronsumbre. Setelah kegiatan dimulai sekira pukul  11.30 WIT barulah satu persatu anggota DPRP berdatangan.

“Ini merupakan kunjungan balasan dan semua semata mata untuk membangun koordinasi yang solid untuk mendorong pembangunan dan kesejahteraan. Kami berjuang lewat regulasi,” jelas Wakil Ketua MRP, Yoel Mulait di lantai XIII DPRP, Selasa (6/9).

Diakui selama ini kedua lembaga ini terkesan jalan sendiri sendiri namun ke depan harus lebih sering berkomunikasi. “Dulu DPRP bicara lain, MRP bicara lain  tapi kta coba merubah ini,” tambahnya.

Anggota MRP, Benny Sweny menyatakan bahwa peran MRP dan DPRP harus lebih diperkuat dan ini bisa diawali dengan 12 maklumat MRP. Dari diskusi sekitar 4 jam ini banyak isu yang dilontarkan termasuk soal  anak – anak dan perempuan yang menjadi korban kekerasan terutama di daerah kornflik.

Menurut anggota MRP, Siska  Abugau kondisi anak dan perempuan di daerah konflik belum tertangani dengan baik sehingga patut dibuatkan regulasi. Ia juga menyinggung kekerasan mutilasi di Timika yang menurutnya  belum disuarakan dengan maksimal baik oleh MRP maupun DPRP. “Ini harus disuarakan lebih, DPRP dan MRP harus duduk bersama dan menyatakan sikap,” tegasnya.

Selain itu dijelas  bahwa selama ini kursi pengangkatan tidak pernah berdiskusi dengan MRP padahal menjalankan marwah yang sama. Ke depan jika ada masalah, sebaiknya kelompok 14 kursi dan MRP harus bisa duduk bersama.

Ketua DPRP, Johny Banua menyimpulkan ada semangat yang sama dari dua lembaga ini dan ia  memastikan bahwa selama kepemimpinannya ia akan terus mendorong ada sinergitas antar keduanya. Bahkan kata Johny dalam membuat regulasi baik perdasi maupun perdasus nantinya dalam tahapan awal ia ingin MRP ikut dilibatkan untuk memboboti.

“Kami merubah pola, dulu semua sudah selesai kemudian dibawa ke Jakarta dan sampai di Jakarta pejabat disana mencoret semaunya dan akhirnya mentah lagi. Kali ini kami minta Depdagri mendampingi sedari awal jadi saat diserahkan mereka (Depdagri) sudah tahu isinya sehingga tak banyak perubahan,” beber Johny. Ia bahkan menangkap ada benang merah dari semangat DPRP dan MRP.

Lalu untuk kasus mutilasi di Timika, kata Johny DPRP siap memberikan bantuan hukum. Pihak keluarga dipersilahkan menunjuk LBH atau pengacara dan semua ditanggung oleh DPRP. Termasuk   soal Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) yang kata Johny sudah harus dipikirkan. “Proses hukum tetap jalan tapi kita bantu dengan kearifan  lokal,” imbuhnya. (ade/wen)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: DPRP

Recent Posts

Seorang Nelayan Ditemukan Tewas di Bawah Dermaga Poumako

Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…

10 hours ago

Sebagian Dokter Spesialis RSUD Merauke Pilih Mogok

Sebagian dokter spesialis Rumah Sakit Daerah (RSUD) Merauke memilih mogok kerja pada Sabtu (9/5). Mereka…

12 hours ago

Hari Ketiga Pencarian Korban Jembatan Putus Belum Membuahkan Hasil

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Binmas Polres Jayawijaya Iptu. Zabur Esomar pencarian dimulai sejak pukul 08.20…

13 hours ago

Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua Kunjungi Kab. Yalimo

Kunjungan rombongan tersebut ke Yalimo didampingi oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol. …

14 hours ago

PK-HAM Papua Minta Negara Harus Hadir Untuk Cegah Konflik dan Perlindungan Warga Sipil

Ketua PAK-HAM Papua Dr. Methodius Kossay, SH,.M.Hum, CT,.CMP menyatakan negara harus hadir secara nyata dalam…

15 hours ago

Bentuk Program Ketahanan Pangan Berbasis Lokal Wabub Jayawijaya Panen Ikan Di Silokarno Doga

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan dalam panen raya ikan air tawar, pemerintah…

16 hours ago