Robby juga menilai tingginya kasus HIV/AIDS dan malaria di Papua tidak lepas dari minimnya tenaga laboratorium. Karena itu, ia mendesak pemerintah daerah untuk mengambil langkah konkret, salah satunya melalui pemanfaatan dana otonomi khusus untuk membiayai pendidikan putra-putri Papua di bidang teknologi laboratorium medik.
“Bukan hanya pelatihan, tetapi harus disekolahkan hingga sarjana. Ini investasi jangka panjang untuk menyelamatkan masyarakat Papua,” tegasnya. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Februari 2026 sebesar…
Mulai dari pencernaan yang lebih lancar, kontrol porsi makan, hingga membantu meningkatkan kesadaran penuh (mindfulness)…
Data GLOBOCAN 2022 menunjukkan kanker paru menjadi penyumbang kasus dan kematian kanker tertinggi di dunia.…
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan fiskal daerah, mengingat beban belanja…
Kabar terkait keberadaan ikan sapu-sapu atau Hypostomus plecostomus yang ditemukan di Danau Sentani sempat membuat…
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak lagi dipandang sebagai tempat akhir dari perjalanan hidup seseorang, melainkan sebuah…