Categories: BERITA UTAMA

Triduum Paskah, Wujudkan Peradaban Kasih

JAYAPURA – Tri Hari Suci atau Triduum Paskah merupakan momen paling sakral dalam kalender liturgi Gereja Katolik. Rangkaian ini menjadi pusat iman karena menghadirkan secara utuh misteri sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus Kristus.

Perayaan ini dimulai dari Kamis Putih, berlanjut ke Jumat Agung, dan mencapai puncaknya pada Hari Raya Paskah. Ketiganya bukanlah perayaan terpisah, melainkan satu kesatuan karya keselamatan Allah bagi umat manusia. Kamis Putih menjadi awal dari Triduum dengan perayaan Ekaristi, mengenang Perjamuan Terakhir. Pada momen ini, Yesus menetapkan sakramen Ekaristi sebagai tanda kehadiran-Nya yang nyata dalam rupa roti dan anggur.

Selain itu, ritual pembasuhan kaki menjadi simbol kerendahan hati dan pelayanan. Umat diajak meneladani kasih yang melayani tanpa pamrih, sebagaimana ditunjukkan Kristus kepada para murid-Nya. Di gereja Stasi St. Agustinus Entrop, Paroki St. Petrus dan Paulus Argapura, tahun ini (2026) dilaksanakan pada pukul 18.00 WIT dan selesai sekira pukul 20.00 WIT, dipimpin oleh Pastor Agon Rusmaji, OFM. Ratusan umat hadir dan memenuhi gereja dalam suasana yang penuh khidmat, membawa kerinduan untuk ambil bagian dalam perjamuan kasih Tuhan.

Sejak awal perayaan, nuansa liturgi terasa begitu mendalam. Setiap bagian ibadah mengajak umat untuk tidak hanya mengenang, tetapi juga mengalami kembali kasih yang diberikan tanpa syarat. Dalam keheningan doa dan nyanyian, umat diajak masuk dalam peristiwa agung saat Tuhan menyerahkan diri-Nya sepenuhnya.

Dalam Homilinya, Pastor Agon menekankan Kamis Putih merupakan peringatan malam perjamuan terakhir Yesus bersama para murid-Nya. Momen ini menjadi pembuka bagi umat untuk memasuki masa sengsara, wafat, hingga kebangkitan Yesus dalam satu kesatuan ibadah. Dalam pesannya, Pastor Ignasius menyoroti pentingnya perdamaian di tengah gejolak perang dan krisis dunia saat ini. Ia menegaskan iman Katolik meyakini perdamaian sejati tidak bisa dicapai melalui kekuatan senjata, melainkan lewat teladan pengorbanan dan kerendahan hati.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Pemkot Siap Tegakkan Perda yang Belum Optimal

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah peraturan…

6 hours ago

Eksploitasi Seksual Jadi Temuan Ditsiber

Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…

7 hours ago

Jalur  Utara Papua Jadi Prioritas Konektivitas Daerah

Menurut dia, jika konektivitas darat dan laut berjalan bersamaan maka masyarakat akan memperoleh manfaat yang…

8 hours ago

Transparansi dan Pelayanan Publik di BPN Dinilai Buruk

Wakil Ketua I DPR Kota Jayapura, Max Karubaba, menegaskan bahwa pelayanan pertanahan merupakan hak mendasar…

9 hours ago

Tiga Kali Setubuhi Anak Dibawa Umur, Pria 44 Tahun Diringkus

Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Merauke mengamankan seorang pria berumur 44 tahun berinisial FB atas…

12 hours ago

Sertifikasi Pramusaji, Perkuat Kompetensi SDM Pariwisata 

  Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, melalui Staf Ahli Wali Kota, Sem Stenly Merauje,…

13 hours ago