

SENTANI-Sorotan masyarakat Sentani terhadap kinerja Pemadam Kebakaran Kabupaten Jayapura, tidak terlepas dari kondisi Pemadam Kebakaran Kabupaten Jayapura yang berada di bawah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura.
Kepala BPBD Kabupaten Jayapura, Sumartono menyebutkan, ada beberapa faktor yang mengakibatkan kinerja Pemadam Kebakaran Kabupaten Jayapura tidak maksimal sehingga dikeluhkan masyarakat.
Keterbatasan sarana dan SDM diakui Sumartono menjadi penyebab tidak maksimalnya kinerja Pemadam Kebakaran Kabupaten Jayapura. Untuk sarana, Damkar Kabupaten Jayapura saat ini hanya memiliki dua unit mobil Damkar yang kondisinya mulai rusak.
“Peralatan kita cuma dua dan usianya sudah tua. Kemarin dari garasi ke TKP macet tiga kali,” jelasnya saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (5/8).
Dukungan SDM menurutnya juga masih sangat terbatas. Untuk saat ini petugas lapangan hanya ada tujuh orang. “Itupun mereka akan melaksanakan piket selama 3×24 jam untuk tiga orangnya,” ujarnya.
Meskipun demikian pihaknya a menyambut baik rencana Bupati Jayapura untuk mengevaluasi BPBD Jayapura dan Damkar. Menurutnya, selama ini pihaknya sudah mengirim proposal yang berkaitan dengan penambahan SDM dan kendaraan Damkar.
“Minimal tenaga kita 30 orang untuk bisa melayani Sentani,” tambahnya.
Disinggung tudingan warga soal adanya oknum petugas yang mabuk saat jam kerja, Sumartono membantah hal itu. Dirinya mengaku kalau Pos Damkar Kabupaten Jayapura kerap menjadi lokasi pesta Miras dari sebagian orang. Namun Sumartono memastikan bahwa tidak ada petugas Damkar yang mabuk.”Bukan dari petugas kami, itu dari masyarakat luar,” pungkasnya. (roy/nat)
Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan,…
Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di…
Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap…
Selain itu, juga disepakati hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dalam penantanganan nota kesepahaman antara masyarakat…
Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…
Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…