Categories: BERITA UTAMA

KPK Sebut Lukas Enembe Kooperatif

Firli Bahuri: Penegakan Hukum Hal Utama, Tapi Hak Kesehatan Tetap Dihargai

JAYAPURA – Akhirnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil mendarat di Papua dan menyambangi kediaman Gubernur, Lukas Enembe di Koya Tengah Distrik Muara Tami, Kamis (3/11).

Dan seperti biasa. Para pengawal setiap orang nomor satu di Papua ini  sempat “menyambut” KPK dengan cara-cara biasa. Membawa peralatan perang seperti busur dan panah dan berkumpul pada titik-titik tertentu di  depan kediaman Lukas Enembe.

Dalam kunjungan pertama ini, Ketua KPK, Firli Bahuri tak sendiri melainkan ditemani Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius Fakhiri, Pangdam XVII Cenderawasih, Marjend TNI Muhammad Mustafa Saleh dan Kabinda, Mayjen TNI Gustav Agus Irianto.

Turut serta 4 dokter dari KPK yang  ikut melakukan pemeriksaan kesehatan Lukas Enembe. Pertemuan ini dilakukan selama satu setengah jam dan diakhiri dengan jabat erat Ketua KPK dengan Lukas Enembe.

Firli juga dipeluk kakak Lukas Enembe dan disambut hangat istri  Lukas Enembe, Yulce Enembe. Kedatangan Firli rangka pelaksanaan tugas penegakan hukum dan meminta keterangan atas dugaan kasus gratifikasi. “Kerja-kerja KPK akan dipertanggungjawabkan kepada publik secara transparan dan akuntable. Kami sampaikan terimakasih kepada seluruh anak bangsa, kakak dan adik di Papua. Selama satu setengah jam kami telah melaksanakan kegiatan di sana,” kata Firli kepada wartawan setibanya di Polda Papua kemarin.

Tujuan pertama KPK adalah memberikan pelayanan kesehatan Lukas Enembe dengan menghadirkan 4 dokter dari KPK. Firli sampaikan bahwa pihak keluarga dan  Lukas Enembe sendiri sangat kooperatif. Lukas sendiri sudah memberikan keterangan kepada penyidik KPK   sesuai data yang dibutuhkan. “Ini langkah maju dalam proses penegakan hukum yang melakukan penghormatan terhadap nilai  hak asasi manusia. Kami menghormati itu,” jelasnya.

Yang KPK lakukan adalah penegakan hukum, meminta keterangan baik sebagai saksi maupun tersangka dan dikatakan semua proses tersebut lancar, tidak ada hambatan apapun. “Beliau (Lukas Enembe) kooperatif,” tambahnya. Firli menyatakan tidak mementingkan berapa jumlah pertanyaan yang dilontarkan melainkan berapa pertanyaan yang dijawab seusai dengan yang dibutuhkan dalam proses peradilan itu sendiri. (ade/wen)

newsportal

Recent Posts

Apresiasi Berbagai Pihak yang Bantu Korban Kebakaran

   Abisai mengatakan, dukungan terhadap para korban tidak hanya datang dari pemerintah maupun BUMN dan…

6 minutes ago

Ramai Pastikan Persipura Siap Promosi ke Liga 1

Menurut Ramai, program latihan yang telah dijalani tim, baik saat pemusatan latihan di Jayapura maupun…

2 days ago

Lagi, Kapal Nelayan  Indonesia Ditangkap Otoritas PNG

Otoritas Perikanan Nasional Papua Nugini (National Fisheries Authority/NFA) bersama Imigrasi Papua Nugini kembali menangkap kapal…

2 days ago

Pengamanan di Lokasi Pengungsian Diperketat

Pemerintah Kota Jayapura akan memperketat pengawasan di lokasi pengungsian warga terdampak kebakaran di Kelurahan Mandala,…

2 days ago

Cek Langsung Siswa di Pengungsian, Galang Bantuan Sukarela dari Orang Tua Murid

Polres Merauke bersama Densus 88 Antiteror memperkuat sinergi dalam upaya mencegah penyebaran paham radikalisme dan…

2 days ago

152.319 Anak di Papua Tercatat Tidak Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama mengatakan data tersebut perlu divalidasi terlebih dahulu untuk…

2 days ago