Categories: BERITA UTAMA

Mafia Tanah di Jayapura Bukan Isapan Jempol

Yulianto SH., MH:  Permasalahan Tanah di Kota Jayapura Seperti Gunung Es

JAYAPURA – Penyampaian presiden Joko Widodo soal mafia tanah termasuk yang pernah disampaikan oleh Kapolri terkait hal serupa  nampaknya bukan isapan jempol. Pasalnya dari perjuangan yang dilakukan Yulianto SH., MH bersama rekan – rekannya akhirnya berhasil menemukan babak baru dalam persoalan tanah di Jayapura.

Ia menyebut dengan keputusan Kementerian Agraria Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional dan Kanwil BPN Provinsi Papua yang mengakui sertipikat kliennya menunjukkan bahwa  ada  sertipikat yang salah yang juga pernah dikeluarkan oleh BPN Kota Jayapura.

Yulianto menyebut selaku kuasa hukum Gunawan Suadisurya sebagai pemilik yang sah atas 2 bidang tanah dengan Sertipikat Hak Milik Nomor : 00542/Argapura seluas 657 m2 dan Sertipikat Hak Milik Nomor : 00543/Argapura seluas 1.516 m2 mengapresiasi keputusan Kanwil BPN Provinsi Papua.

“Sertipikat kilen kami telah dimanipulasi dan dicaplok tanahnya  namun kami berjuang hampir 2 tahun dan akhirnya diakui oleh Kanwil BPN,” kata Yulianto kepada wartawan di Max One Hotel, Jayapura, Jumat (2/9).

Sejak awal ia meyakini ada sesuatu yang tidak benar dalam proses sertipikat atas hilangnya keberadaan tanah kliennya yang diduga melibatkan RR yang merupakan mantan Kepala Kantor Pertanahan Kota Jayapura dengan Ketua Sinode GKI Papua serta melibatkan kepala suku dari  adat yang melepaskan lokasinya atas nama GKI Sinode di tanah Papua.

Jadi  Kanwil BPN Provinsi Papua telah mengeluarkan surat Nomor : MP 01.03/1835-91/VIII/2022 tertanggal 22 Agustus 2022 tentang Surat Keputusan Kakanwil BPN Provinsi Papua Nomor : 74/SK.91.MP.01.02/VIII/2022 Tanggal 19 Agustus 2022 terkait Pembatalan Sertipikat Hak Milik Nomor : 613/Argapura tanggal 3-11-2018, Surat Ukur No. 04/Argapura/2018 tanggal 17-10-2018 luas 10.135 m2 atas nama Kantor Sinode Gereja Injili di Tanah Papua yang ditandatangani RR.

“Kami menganggap ini menarik karena sertipikat itu ditandatangani oleh pejabat sebelumnya. Jadi kami harap dengan semakin terang benderangnya kasus ini akan menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum untuk membongkat mafia tanah yang melibatkan oknum dalam tubuh BPN sendiri,” singgung Yulianto. “Jadi sekali lagi momentum ini bisa menjadi pintu masuk untuk membongkar praktek-praktek tidak benar dalam permasalahan dugaan mafia tanah di Papua,” sambungnya.

Ia mensinyalir bahwa selama ini banyak masyarakat yang dirugikan karena diduga ada oknum-oknum dari BPN yang juga terlibat dalam melahirkan sertipikat baru. “Jadi sertipikat klien saya yang diakui dan kami minta ini dibongkar semua agar terang,” pinta Yulianto. Permasalahan tanah di Kota Jayapura kata Yulianto seperti gunung es dimana permasalahan terkait kepemilikan dikuasai oleh pihak-pihak yang tidak berhak namun ada campur tangan dan dikendalikan oleh oknum-oknum BPN.

“Bahwa selama ini banyak masyarakat yang dirugikan karena adanya diduga oknum-oknum dari BPN namun tidak terungkap. Kami telah berhasil dan meyakinkan pihak Kepolisian sejak awal ini ada manipulasi data terkait dengan yang terjadi terhadap klien kami dan dari kasus ini sedang dalam pantauan Satgas Mafia Tanah Mabes Polri  dan sebagai tim kami telah melapor ke  Kejaksaan Agung dan Kementrian ATR/BPN,” sambungnya.

Yulianto berharap Polda Papua menindaklanjuti pemberantasan mafia tanah dengan melakukan proses hukum terhadap para pihak  yang membuat surat keterangan palsu untuk melahirkan sertipikat baru hingga terjadi tindakan-tindakan penyerobotan tanah.  “Itu yang kami sampaikan bahwa ini bisa menjadi pintu masuk memberantas mafia tanah di Jayapura maupun Papua,” tutupnya. (ade/wen)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: PAPUA

Recent Posts

Kejati Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Proyek Jalan Boven Digoel

Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam perkara tersebut, Jumat…

2 hours ago

Wajib Menang Meski Banyak Celah

Tim Mutiara Hitam wajib mengamankan tiga poin untuk memutus tren buruk mereka di awal musim…

17 hours ago

Sama-sama Mabuk, Seorang Guru Dibacok Teman Minum

Penganiayaan tersebut diduga dipicu cekcok antara korban dan pelaku berinisial RM (20) dimana pelaku dan…

22 hours ago

Tekanan Diplomatik di Forum PBB Momentum Emas Bagi Indonesia

Sorotan ini menjadi krusial mengingat posisi geopolitik Pasifik dan sensitivitas isu kedaulatan nasional Indonesia di…

23 hours ago

​Perjanjian Roma dan New York Agreement Dianggap Cacat

Bertepatan dengan peringatan momen bersejarah Perjanjian Roma, yang jatuh, 30 September setiap tahunnya, pihak KNPB…

1 day ago

16 Pejabat Baru Dilantik jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran

Dalam reshuffle kali ini, Prabowo melantik sejumlah pejabat untuk mengisi posisi strategis di pemerintahan. Mereka…

1 day ago