Categories: BERITA UTAMA

Tabrak Tiang Listrik, Mr X Tewas Seketika

Malam Tahun Baru, Orang Mabuk Diamankan dan Hingga Pasien Dirawat di Teras Rumah Sakit

JAYAPURA-Nasib naas dialami seorang pemuda yang belum diketahui identitasnya. Ia ditemukan tewas setelah motornya melaju kencang dan menghantam tiang listrik di Padang Bulan, Distrik Heram, Sabtu (1/1) kemarin.

Kepala pemuda tersebut disebut pecah dan tulang leher patah. Iapun tewas seketika di lokasi kejadian. Kecelakaan ini sempat menarik perhatian warga lantaran korban tergeletak di pinggir jalan sehingga bisa dilihat langsung oleh pengguna kendaraan lainnya.

Dari kronologis kejadian yang disampaikan Kapolsek Abepura, AKP. Lintong Simanjuntak dijelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (1/1) sekira pukul 06.40 WIT di Padang Bulan.

Awalnya korban melaju seorang diri menggunakan motor Honda Supra PA 3568 JB dari arah Waena menuju Abepura dengan kecepatan tinggi. Setibanya di lokasi, diduga korban tidak bisa mengendalikan laju motor dan akhirnya menghantam tiang listrik sebelah kiri jalan dengan posisi motor kencang. Alhasil korban dan motornya terpelanting dan mengalami luka – luka.

“Jadi setelah dicek ternyata pengendara dipengaruhi minuman keras. Ia kencang dan motornya tidak bisa dikendalikan terus mengambil  jalur kiri dan menabrak  tiang listrik,” kata Kapolsek, Lintong Simanjuntak.

Dari benturan keras tersebut dijelaskan bahwa korban mengalami luka berat di kepala bagian depan, patah tulang leher dan luka lecet di lutut kanan serta meninggal di lokasi kejadian. “Jok motornya sampai terlepas juga jadi memang lajunya kencang,” beber Kapolsek.

Sebelumnya  Kapolsek mewanti hal-hal tersebut dimana memungkinkan terjadi kejadian-kejadian yang merugikan diri sendiri maupun orang lain akibat minuman keras.

Ini juga terlihat banyaknya warga yang membeli Miras di pinggir jalan yang dijual anak-anak muda di kawasan Pasar Lama Abepura dan paginya masih ditemukan banyak warga berkumpul di titik-titik tertentu sambil pesta Miras dan tidur di pinggiran ruko.

Meski demikian Kapolsek Lintong Simanjuntak menyebutkan tak ada kejadian kriminalitas yang menonjol di wilayah hukumnya.

“Tak ada kejadian kriminalitas, hanya ada orang mabuk yang kami amankan saat malam pergantian tahun baru. Setelah sadar, paginya langsung kami pulangkan. Ada kasus penganiayaan ringan, hanya saja sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” ucapnya.

Dikatakan Kapolsek, wilayah hukumnya itu kondusif sejak malam pergantian tahun baru hingga saat ini.

Sementara itu, dari pantauan Cenderawasih Pos di RSUD Abepura, Sabtu (1/1) dini hari  hingga pukul 02:00 WIT, tak ada pasien yang datang ke rumah sakit akibat luka akibat petasan ataupun kecelakaan. Terlihat hanyalah beberapa pasien sementara ditempatkan di teras ruang rumah sakit.

Dari keterangan petugas rumah sakit setempat, beradanya sebagian pasien di luar kamar rumah sakit lantaran kondisi rumah sakit yang sedang penuh saat itu.

Sementara itu, aampah sisa-sisa malam tahun baru seperti plastik, botol Miras berbagai merk berserakan di jalan jalan di wilayah Abepura. Bahkan, ada sebagian orang lantaran mabuk memilih tidur di tugu pendidikan di lingkaran Abepura. Ada juga yang terlihat masih mengonsumsi Miras di depan toko.

Pantauan Cenderawasih Pos, Sabtu (1/1) pagi, pasukan orange penyapu jalan yang biasa disebut pesapon terlihat sibuk membersihkan tumpukan sampah yang dibuang sembarangan.

Seorang Pesapon bernama Hadi menerangkan, sudah biasa usai malam tahun baru, sampah petasan dan Miras berserakan di mana-mana. Hal ini terjadi setiap tahun usai pesta kembang api.

“Sudah biasa mbak, sampah botol Miras dan kembang api selalu berserakan di mana-mana,” terang Hadi kepada Cenderawasih Pos.

Volume sampah yang dibersihkan usai malam tahun baru mencapai 4 karung. Padahal jika hari hari biasa, sampah yang dibersihkan hanya dua karung dengan luas wilayah yang ia bersihkan mulai  gang masuk Rumah Sakit Abepura hingga jalan masuk Muhammaddiyah yang berlokasi di Jalan Gembala Baik, Abepura.

Hadi meminta kesadaran setiap orang untuk membuang sampah pada tempatnya. Pasalnya, gaji yang mereka dapatkan tidaklah seberapa. Hadi misalnya, sejak bekerja tahun 2005 silam, upah yang diterimanya sebesar Rp 630 ribu per bulannya.

“Gaji saya itu kecil, hanya Rp 630 ribu saja. Untuk itu, mari sama-sama kita jaga kebersihan kota ini dengan tidak membuang sampah sembarangan,” pintanya. (ade/fia/nat)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: NATAL

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

2 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

3 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

4 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

5 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

6 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

7 hours ago