

JAYAPURA-Remaja bernama Andre Sitanggang (16) yang dilaporkan hilang saat berenang di Pantai Ciberry, berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan, Kamis (2/1) pagi sekira pukul 08.30 WIT. Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa sekira 1 Kilometer dari tempat dimana korban berenang di Pantai Ciberry.
Korban ditemukan oleh Tim SAR Gabungan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jayapura, Dirpolair Polda Papua, dan TNI Angakatan Laut (AL) bersama-sama masyarakat sekitar Pantai Cibery, langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Papua.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura, Putu Arga Sujarwadi mengungkapkan bahwa korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Jenazah menurut Putu Arga selanjutnya dievakuasi ke RS Bhayangkara. “Korban ditemukan 1 Km dari lokasi dimana korban diduga terseret gelombang saat berenang di sekitar Pantai Ciberry. Jenazah langsung kami evakuasi ke RS Bhayangkara,” ucapnya saat dihubungi cenderawasih pos, Kamis (2/1).
Putu Arga mengatakan, setelah mendapatkan laporan adanya warga yang diduga tenggelam di Pantai Ciberry Tim SAR Gabungan langsung dikerahkan, untuk melakukan pencarian dan pertolongan sejak Rabu (1/1) sore sekira pukul 16.00 WIT, namun belum membuahkan hasil.
Tim SAR Gabungan kemudian melanjutkan pencarian, Kamis (2/1) pagi mulai pukul 06.00 WIT. Setelah melakukan pencarian kurang lebih dua setengah jam, Tim SAR Gabungan akhir menemukan korban dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Terkait musibah ini, Putu berharap warga yang ingin berekreasi ataupun berenang di tempat-tempat wisata yang berhubungan dengan air laut, agar bisa lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan dirinya.
“Kami harapkan warga yang berekreasi membawa keluarganya, agar dapat mengontrol dan mengawasi keluarganya dengan baik. Karena gelombang air laut sedang naik, sehingga harus lebih waspada dan berhati-hati ketika berenang ataupun mandi di pantai,” pintanya.
Secara terpisah, Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustab R Urbinas melalui Kasubag Humas Polresta Jayapura Kota AKP Iptu Jahja Rumra mengatakan jenazah korban yang duduk di bangku kelas XII SMA Bonapentura Sentani, ditemukan di sekitar perairan Tobati. “Permintaan orang tua korban jenazah tidak perlu untuk diautopsi, keluarga menerima kejadian tersebut dan ingin secepatnya jenazah dibawa pulang,” kata Jahja.
Terkait dengan kejadian ini, Jahja juga mengimbau masyarakat yang berekreasi ke tempat-tempat wisata untuk selalu berhati-hati dan selalu mengutamakan keselamatan diri dan orang-orang sekitarnya. (bet/fia/nat)
(bet).
Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan,…
Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di…
Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap…
Selain itu, juga disepakati hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dalam penantanganan nota kesepahaman antara masyarakat…
Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…
Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…