

JAYAPURA-Mobil Truk TNI bernomor 5615-XVII ditembaki oleh Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) di jembatan tanjakan Kampung Kibay, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Sabtu (29/2) pagi.
Diduga pelaku penembakan adalah KSB pimpinan Jefri Pagawak. Kendaraan yang menjadi sasaran penembakan itu merupakan kendaraan dinas Kodim 1701-Jayapura yang saat itu tengah mengantar logistik persiapan pelaksanaan TMMD di kampung Kibay, Distrik Arso Timur.
Danrem 172/Praja Wira Yakti, Kolonel Inf Binsar Sianipar menyebutkan, penembakan tersebut mengakibatkan dua anggota TNI bernama Serka Henri Bramanta dan Kopda Suprapdi Wibowo terluka akibat terkena rekoset dan serpihan peluru.
“Kondisi keduanya sudah membaik setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Keerom,” ucap Danrem saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Minggu (1/3).
Dikatakan, anggota ditembaki dari arah perbukitan tak jauh dari Kampung Kibay, Arso Timur. Atas insiden itu, Satgas Pamtas RI-PNG yang berada tak jauh dari tempat kejadian langsung merespon dan melakukan pengejaran terhadap kelompok Jefri Pagawak.
“Dari hasil pengejaran ada 6 orang dimana 2 orang diketahui bersenjata. Anggota berhasil mendapatkan satu pucuk senjata api jenis double loop serta 2 parang milik KSB. Sementara para pelaku penembakan sudah melarikan diri ke hutan tak jauh dari tempat itu,” terangnya.
Untuk mengantisipasi gangguan susulan, Danrem mengatakan bahwa Satgas Pamtas setempat melakukan patroli serta penutupan jalan yang biasa digunakan oleh kelompok ini dari PNG ke Indonesia, serta melakukan komunikasi dengan masyarakat setempat.
“Kesulitan kami, dimana usai melakukan aksi mereka ini lari ke PNG. Yang sedang kami lakukan saat ini yaitu berpatroli dan berkomunikasi dengan masyarakat. Kita yakin masyarakat tahu dengan kelompok ini,” pungkasnya. (fia/nat)
Selain capaian akademik, pihak sekolah juga mencatat tingkat retensi siswa yang sempurna. Hingga saat…
Kunjungan Menteri Dalam Negeri ke Kampung Mosso dilakukan untuk meninjau langsung pelaksanaan program yang…
Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa kawasan Dok IX Tanjung Ria masih membutuhkan perhatian serius…
Bima Arya menilai penanganan kawasan Sungai Anafre tidak cukup hanya melalui kegiatan pembersihan rutin.…
Menteri Dalam Negeri menyoroti masih tingginya angka masyarakat di Papua yang belum memiliki rumah maupun…
Situasi tersebut membuat laga ini menjadi sangat krusial. Brasil hanya membutuhkan hasil imbang untuk menjaga…