Categories: BERITA UTAMA

Pengungsi Mulai Terserang Penyakit Ispa Dan Diare

Petugas kesehatan saat memeriksa kesehatan seorang pengungsi di Poskes Kodim 1702/Jayawijaya, Senin (23/9). (FOTO : Denny/ Cepos )

WAMENA-Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, menyebutkan 7.278 warga yang trauma dan ketakutan serta mengamankan diri  pasca kerusuhan Senin (23/9) lalu masih berada di 59 titik pengungsian dalam kota Wamena.

Meskipun sudah seminggu berada di pengungsian dengan segala keterbatasan dan penyakit mulai menyerang, warga tetap memilih untuk bertahan sementara. 

Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua mengatakan, sebanyak 7.278 orang pengungsi saat ini tersebar di 59 titik. “Pengungsi terbanyak di Polres, Kodim, gereja dan musala. Pemerintah  sudah mendistribusi logistik kepada warga yang mengungsi. Selain masyarakat non Papua, masyarakat asli Papua juga ikut mengungsi ke kampung-kampung. Mereka juga diberikan logistic,” ungkap Bupati Jhon Banua, Senin (30/9).

Dikatakan, masyarakat di distrik-distrik bekerja normal seperti biasa. Mereka tidak tahu dan ambil pusing dengan apa yang terjadi di kota. Namun sayangnya isu-isu yang beredar membuat banyak masyarakat yang masih takut kembali ke rumahnya. 

“Mereka di distrik dan kampung malah bekerja di kebun dan tidak terganggu dengan situasi yang terjadi. Mudaha-mudahan situasi ini pulih dan provokator ditindak sesuai aturan,” katanya.

Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf. Candra Dianto membenarkan data pengungsi 7.278 orang tersebut dimana itu merupakan data terakhir dan hari ini masih dilakukan pendataan lagi. Dengan maksud apabila ada penambahan bisa terdata. Karena banyak juga masyarakat dari kabupaten lain yang mulai masuk ke pengungsian.

“Kemungkinan ada penambahan karena ada masyarakat dari Kabupaten Yalimo yang masuk ke pengungsian di Kodim 1702/Jayawijaya,” bebernya.

Ia juga menyebutkan dalam kurun waktu seminggu pasca konflik, sudah ada 800 warga yang berobat di Klinik Kodim 1702/Jayawijaya. Dimana hari pertama, kedua dan ketiga didominasi oleh warga yang luka-luka. Namun memasuki hari keempat hingga saat ini mulai didominasi pasien yang terserang ISPAa, diare dan dispeksia.

“Kebanyakan pasien yang mulai sakit ini adalah mereka yang rawat jalan. Namun ada juga yang harus rawat inap baik itu anak-anak maupun orang dewasa.”bebernya. 

Ditambahkan, saat ini ada 30 tenaga kesehatan yang terasal dari Dinkes Provinsi Papua, Kesehatan Kodam (Kesdam) dan juga tim kesehatan yang ada di Poskes Kodim 1702/ Jayawijaya. Selama melakukan pelayanan kesehatan pihaknya menggunakan obat-obatan dari Dinas Kesehatan Jayawijaya dan sampai saat ini masih mencukupi.(jo/nat)

newsportal

Recent Posts

Kebakaran di Dok IX, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

  Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik…

2 hours ago

Serapan APBD Baru 45 Persen, Pimpinan OPD Diwarning

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., melontarkan peringatan keras kepada seluruh…

3 hours ago

OPD Kolektor Harus Kejar Target PAD Rp313 Miliar

  Rustan mengatakan, Pemkot Jayapura sebelumnya telah melaksanakan rapat koordinasi (rakor) PAD yang menghasilkan sejumlah…

4 hours ago

Papua Jaga Inflasi 3,5 Persen Jelang Natal dan Tahun Baru

   Penjabat Sekda Papua, Christian Sohilait mengatakan, pengendalian inflasi dilakukan secara rutin setiap pekan. Berdasarkan…

5 hours ago

Pemkot Buka Seleksi Tiga Jabatan Kepala OPD

   Ketiga jabatan tersebut yakni Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Jayapura, Kepala…

6 hours ago

Ditemukan dengan Kondisi Kurus Setelah 20 Hari Bertahan

Meski tak menceritakan secara detail bagaimana proses korban bisa melarikan diri atau diamankan dari pihak…

7 hours ago