

Rektor Uningrat Papua Dr. H.M. Husni Ingratubun dan Ketua Prodi Magister Kenotariatan Unigrat Papua, Dr. Sri Iin Hartini (jilbab putih) dan Wakil Rektor I, Dr. Hj. Herniati, (jilbab hitam) foto bersama dengan Mahasiswa MKN Usai Prosesi Yudisium, di Aula Uningrat Papua, Senin (28/10). (foto:Karel/Cepos)
JAYAPURA-Sebanyak 9 orang Mahasiwa/i Program Studi (Prodi) Magister Kenotariatan (MKN) mengikuti Yudisium di Aula Kampus Uningrat Papua, Senin (28/10). Mahasiwa yang dinyatakan lulus ini merupakan lulusan angkatan pertama Prodi MKN Uningrat Papua.
Rektor Uningrat Papua Dr. H.M. Husni Ingratubun, mengatakan mahasiswa/i yang Yudisium merupakan mahasiwa angkatan pertama Prodi Magister Kenotariatan Uningrat Papua. Dengan adanya lulusan pertama ini, merupakan wujud nyata kerja keras Uningrat Papua selama ini.
Dimana pihaknya berhasil mencetak sejarah sebagai Perguruan Tinggi pertama di Papua yang memiliki Prodi Kenotariatan. “Ini salah satu capaian yang luar biasa, angkatan pertama Prodi Kenotariatan bisa sampai garis finis,” ujarnya usai acara Yudisium.
Dikatakan, Prodi MKN merupakan salah satu Prodi unggulan di Uningrat Papua, untuk itu bagi mahasiwa atapun masyarakat yang ingin mengambil gelar tersebut, maka dapat kuliah di Uningrat Papua.
“Tidak perlu kuliah di luar daerah, MKN Uningrat sudah terakreditasi. Selain itu, biayanya juga murah, dan ini satu-satunya di Papua, jadi tidak perlu ragu dengan kualitas lulusannya,” tuturnya. Dr. Husni berpesan kepada seluruh lulusan, agar melanjutkan perjuangan hingga menjadi seorang notaris.
“Karena setelah tamat mereka harus magang 2 tahun lalu ujian PPAT, baru jadi notaris, saya berpesan perjuangan ini tidak sampai disini, tapi sampai bisa menjad notaris,” pesannya.
Tidak hanya itu, bagi masyarakat yang ingin menjadi notaris, maka dapat melanjutkan pendidikan di Uningrat Papua. Dimana Kampus yang berada di jalan raya Abepura, Distrik Abepura, Kota Jayapura itu memiliki fasilitas dan SDM yang cukup memadai. Sehingga tidak perlu ragu untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas.
“Magister kenotariatan ini sekolah yang menjanjikan, untuk masa depan kita jadi, kalau ada kesempatan silahkan kuliah di sini, biayanya sangat murah,” imbuhnya.
Sementara itu Ketua Prodi Magister Kenotariatan Unigrat Papua, Dr. Sri Iin Hartini, menjelaskan mahasiswa tersebut angkatan pertama Prodi MKN Uningrat Papua. Seluruhnya masuk tahun ajaran 2022 lalu.
“Angkatan pertama ini totalnya 25 orang, namun yang baru lulus studinya 9 orang,” jelasnya.
Page: 1 2
Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…
Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…
Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…
Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…
Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…
“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…