

Thiago Amaral (FOTO:Erik / Cepos)
Thiago Amaral
JAYAPURA – Gelandang Persipura Jayapura, Thiago Amaral mengaku timnya tetap solid meski harus ditinggal dua pemain asingnya, Sylvano Comvalius dan Arthur Cunha. Menurut Thiago, Persipura memiliki materi pemain yang cukup mumpuni bersaing dalam perburuan gelar juara. Ia juga mengaku, talenta alamiah Papua juga tak kalah dengan pemain asing.
“Ya kami tetap siap, karena Persipura memiliki sekelompok pemain yang luar biasa,” ungkap Thiago Amaral kepada Cenderawasih Pos, Minggu (20/9).
Meski begitu, Amral juga mengaku, kepergian Sylvano Comvalius dan Arthur Cunha menjadi kerugian besar bagi timnya yang harus menjalani jadwal super padat.
“Kami akan merindukan Arthur dan Comvalius di dalam dan luar lapangan, itu kerugian besar bagi kami,” ujar Thiago.
Pemain asal Brasil itu juga mengaku, bahwa timnya sudah mulai terbiasa tanpa Comvalius dan Arthur. Kata Thiago, Pelatih Jacksen telah memiliki skema jitu untuk menutupi posisi yang ditinggalkan oleh kedua pemain tersebut.
“Kami sudah berlatih tanpa mereka (Comvalius dan Arthur) selama sebulan, pelatih Jacksen menangani ketidakhadiran mereka dengan baik, dan tim berlatih dengan baik bahkan tanpa mereka,” ucap Arthur.
Mantan pemain Barito Putra itu juga mengaku, dirinya kini sudah sangat siap untuk menyambut lanjutan kompetisi, termasuk saat menjamu Persija Jakarta 3 Oktober mendatang.
“Jadi kami membiarkan manajemen memutuskan untuk mencari pengganti atau tidak. Tapi intinya kalau saya pribadi sudah 90 persen siap mengikuti kompetisi dan pasti sampai 3 Oktober saya akan 100 persen,” tandasnya. (eri/gin)
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…