

Monitoring Meja Program dan Kegiatan Pembangunan Triwulan Satu Tahun Anggaran 2021, yang dipimpin Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., di Kantor Wali Kota Jayapura, Selasa (25/5) lalu. ( FOTO: gratianus silas/cepos)
JAYAPURA- Pemerintah Kota Jayapura melakukan Monitoring Meja Program dan Kegiatan Pembangunan Triwulan Satu Tahun Anggaran 2021, di Kantor Wali Kota Jayapura, Selasa (25/5) lalu. Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., yang memimpin monitoring tersebut, mengharapkan kerja serius dari setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Jayapura.
“Dari 187 program, 266 kegiatan, dan 556 sub kegiatan, fisik sudah mencapai 30,95 persen, sedangkan keuangan sebesar 9,77 persen, dengan penyerapan sebesar Rp 59,6 miliar, dari total anggaran yang dikelola sebesar Rp 609,1 miliar,” ungkap Dr. Benhur Tomi Mano, MM., Selasa (26/5) kemarin.
Dengan kondisi Covid 19, terang Wali Kota Mano, sehingga terjadi pula refocusing anggaran sekiranya sebesar 15 persen. Wali Kota Mano berharap, OPD kerja dengan baik sehingga menghasilkan output yang bermanfaat, meskipun dengan keterbatasan anggaran akibat refocusing Covid 19.
“Kita sudah dipenghujung Mei, dan masih tersisa 6 bulan efektif, sehingga saya harap, OPD tetap serius kerja, namun tetap jaga protokol kesehatan karena kita masih dalam kondisi pandemi Covid 19. Dengan hasil monitoring ini, menunjukkan suatu persentase yang signifikan dalam pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan triwulan pertama tahun 2021,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Mano menyampaikan beberapa pesan bagi pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Jayapura, di antaranya, meminta laporan pertanggungjawaban anggaran untuk setera diserahkan OPD kepada BPKAD Kota Jayapura.
“Melihat capaian realisasi keuangan triwulan pertama, khusus yang masih di bawah 25 persen, karena hal ini saya lihat tak sebanding dengan realisasi fisik yang sudah capai 30,95 persen, saya harap, segera laporkan laporan pertanggungjawaban anggaran ke BPKAD,” jelasnya.
“Kerja juga dengan serius, terutama yang bersifat multi-years, sehingga saya harap di tahun ini, tinggal satu setengah tahun bisa saya resmikan dan segera dapat difungsikan,” tambahnya.
Untuk penyelenggaraan PON, sambung Wali Kota Mano, sarana dan prasarana penunjang PON harus segera dipersiapankan, seperti halnya yang saat ini tengah difokuskan adalah pembangunan GOR Waringin Kotaraja yang masih dalam proses.
“Segera pacu kegiatan secara serius, walaupun kondisi pandemi, tapi perhatikan protokol kesehatan. Sehingga pada monitoring kedua, paling tidak kita lebih besar lagi capaiannya hingga 50 persen. Itu harapan saya bisa capai 50 persen di monitoring kedua,” sambungnya.
“Pengguna anggaran dan pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) wajib melaporkan realisasi fisik dan keuangan pada tanggal 10 di setiap bulan. Untuk hal ini jangan tipu-tipu lupa atau alasan banyak kerjaan. Ini wajib dilaporkan. Pimpinan OPD juga wajib ingatkan PPTK. Kita sudah 8 kali raih WTP dan BPK akan periksa lagi secara terinci untuk pastikan,” pungkasnya. (gr/wen)
Salah satu poin yang disiapkan dalam rancangan instruksi kepala daerah adalah pembatasan jumlah pembelian BBM…
Kepala BGN Regional Papua Tengah Nalen Situmorang mengonfirmasi bahwa tiga SPPG yang berstatus suspen tersebut…
Aksi damai ini digelar bertepatan dengan hari kedelapan berjalannya operasi pencarian dan pertolongan (SAR). Keheningan…
Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud) tahun 2023 menunjukkan, sebanyak 152.319 anak di…
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon, mengatakan…
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura, Irwanto F. Halitopo, mengatakan keberadaan kapal tersebut memiliki peluang untuk…