Categories: METROPOLIS

Tak Hanya Plastik, Ada Limbah Medis Juga  Ditemukan

Aktifitas penggiat lingkungan dari Rumah Bakau Jayapura ketika membersihkan pinggiran pantai di Belakang Lantamal X Jayapura, Ahad (21/6) kemarin. Dari sampah-sampah plastik ini ternyata ditemukan juga limbah medis.  (Gamel Cepos)

JAYAPURA – Aktifitas grebek sampah kali kedua yang digelar Rumah Bakau Jayapura di tengah Pandemi Covid 19 mendapati hasil yang “lumayan”. Grebek sampah kali ini dilakukan di dua titik, pertama di belakang Lantamal X tepatnya di lokasi tiga tank sejarah kemudian dilanjutkan ke lokasi Adjafuk  Resource di depan Pantai Hamadi. Harilnya, untuk lokasi belakang Lantamal X diperoleh 26 karung sampah plastik sedangkan di lokasi Adjafuk diperoleh 12 kantong plastik. 

 Mirisnya untuk lokasi pertama para penggiat lingkungan juga menemukan banyak limbah medis berupa jarum suntik yang dimasukkan ke botol air mineral berukuran  besar dan dibiarkan begitu saja di bibir pantai. Tentunya ini sudah menyalahi mengingat seluruh limbah medis seharusnya dikumpulkan dan dimusnahkan di dalam incenerator. Namun sampah-sampah ini justru berserakan bersama sampah yang lain. “Ini bukan kali pertama kami grebek disini dimana sebelumnya sampahnya sangat luar biasa banyaknya bahkan harus dibantu oleh truk DKP. Kali ini kami hanya mendapati 26 kantong,” kata Leo Theophilus Masan Kopon, koordinator kegiatan, Ahad (21/6). 

 Acara ini juga dihadiri Kadistrik Heram Boby Awi yang menyempatkan datang dan memberi kantong sampah. “Saya kira dapat orang yang mau bersihkan sampah secara gratis saja kami itu sudah syukur,” singkat Boby.  Kata Leo seluruh sampah ini nantinya dipilah kemudian dimanfaatkan bagi yang masih bisa digunakan. “Ada juga tadi sampah bekas alat medis dan agak merinding saat melihat begituan,” jelas Leo yang menemukan langsung. Ia mnyebut bahwa lokasi tiga tank bersejarah sejatinya jika dikelola baik bisa menarik pariwisata namun sayangnya ini tidak tergarap.

 Sementara di lokasi Adjafuk Resource proses mencari sampah lebih sulit karena air suruh dan harus berendam dengan lumpur. Selain itu banyak sampah yang terselip dibalik ranting dan akar. Hanya sayangnya sampah – sampah ini ternyata tak bisa dibuang di bak penampungan di Jalan Pantai Hamadi dan petugas meminta untuk dibuang di lokasi SMU 45. “Ia tadi kami dilarang buang smapah di bak yang ada di Jl Pantai Hamadi, katanya khusus limbah rumah tangga jadi kami diminta untuk membuang ditempat lain,” imbuhnya. (ade/wen)

newsportal

Recent Posts

Kebakaran di Dok IX, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

  Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik…

2 hours ago

Serapan APBD Baru 45 Persen, Pimpinan OPD Diwarning

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., melontarkan peringatan keras kepada seluruh…

3 hours ago

OPD Kolektor Harus Kejar Target PAD Rp313 Miliar

  Rustan mengatakan, Pemkot Jayapura sebelumnya telah melaksanakan rapat koordinasi (rakor) PAD yang menghasilkan sejumlah…

4 hours ago

Papua Jaga Inflasi 3,5 Persen Jelang Natal dan Tahun Baru

   Penjabat Sekda Papua, Christian Sohilait mengatakan, pengendalian inflasi dilakukan secara rutin setiap pekan. Berdasarkan…

5 hours ago

Pemkot Buka Seleksi Tiga Jabatan Kepala OPD

   Ketiga jabatan tersebut yakni Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Jayapura, Kepala…

6 hours ago

Ditemukan dengan Kondisi Kurus Setelah 20 Hari Bertahan

Meski tak menceritakan secara detail bagaimana proses korban bisa melarikan diri atau diamankan dari pihak…

7 hours ago