Categories: METROPOLIS

Fokus SDM Untuk Kelola Potensi SDA Papua

JAYAPURA- Staf Ahli Gubernur Papua, Else P Rumbekwan, S.Pi.,M.Si mengungkapkapkan bahwa melihat potensi alam di sembilan kabupaten/kota di Papua yang hampir semua wilayahnya memiliki laut dan potensi sumber daya perairan, maka sudah seharusnya disiapkan sumber daya manusia sesuai dengan potensi yang ada.

  Pihaknya berharap agar setiap kampus yang ada di Papua ini memililiki jurusan di bidang perikanan. Dimana bidang perikanan harus  jadi minat mahasiswa di Provinsi Papua induk, jangan sampai kurang peminat.

  “Jurusan Perikanan untuk saat ini,  tidak seperti tahun-tahun waktu kami kuliah itu jadi rebutan, Jadi kami diseleksi ketat,” katanya, Senin, (15/5) lalu.

  Saking primadonanya, kata dia, perikanan jadi jurusan yang cukup disegani waktu itu. “Jadi waktu itu yang duduk di perikanan, kedokteran itu kita dianggap pintar, jadi mungkin saya melihat selain minat jurusan perikanan  di Papua, Yapis punya sudah bagus, jangan kita buka universitas untuk membawa mahasiswa masuk untuk kepentingan kita, tapi kita lupa bagaimana mempersiapkan SDM untuk membangun daerahnya sesuai potensi alam yang ada dan bisa terpakai, ” katanya.

   Untuk setiap Kampus di Papua, diharapkan  selain perbaikan perlu juga dilakukan peningkatan mutu kualitas. Tetapi juga fakultas perikanan di setiap kampus yang ada di Papua harus memberikan sosialisasi yang menyentuh ke orang Papua.

  “Kampus-kampus harus familiar, di Papua khususnya Universitas Cendrawasih diharapkan untuk memberikan sosialisasi terkait jurusan perikanan dan jurusan lainnya. Jadi ketika kita masuk kita bisa mengetahui jurusan yang ada lewat papan bicara atau informasi, sehingga orang bisa memilih jurusan dan disampaikan juga di media sosial,” katanya.

   Bahkan untuk ilmu-ilmu seperti perikanan ini, kata Else Rumbekwan, lapangan kerjanya tidak harus menjadi pengawai negeri sipil, tapi  juga bisa hidup karena ilmu yang dimiliki bisa diterapkan sendiri untuk usaha mandiri.

  Ia mengatakan bahwa, mengingat adanya Pembagian Daerah Otonomi baru, (DOB) maka Provinsi Papua induk harus mengandalkan ekonomi Biru. Ekonomi biru sendiri berbicara terkait pengelolaan kelautan dan perikanan yang ada di 9 Kabupaten yang mana hanya 8  Kabupaten yang memiliki perairan laut.

  “Dengan adanya pergeseran daerah otonomi baru ini tidak hanya pemerintah tetapi untuk pendapatan PAD juga terjadi pergeseran pendapatan khusus Papua sebagai provinsi induk, Karena yang masuk dalam provinsi induk ini yaitu wilayah Saireri dan Mamta,” katanya.

  Ia berharap agar pemda di 8 Kabupaten harus benar- benar fokuasdi perikanan, pertanian, Kehutanan dan lainya. (oel/tri)

newsportal

Recent Posts

BPBD Jayawijaya Ingatkan Warga, Ada 11 Titik Panas di Beberapa Wilayah

Plt Kepala BPBD, Satpol PP, dan Damkar Kabupaten Jayawijaya Romadlon menyebutkan dari informasi yang dihimpun…

8 minutes ago

Capek dan Kurang Tidur, Ratusan Warga Antre Untuk Pijat Refleksi

   Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Papua memberikan layanan pijat kepada warga terdampak kebakaran…

1 hour ago

Masyarakatnya Ramah, Minta Warisan Leluhur Seni dan Budaya Tetap Dijaga

Para turis atau Wisatawan Mancanegara ada dari negara Inggris, Argentina, Amerika Serikat, Australia dan berbagai…

2 hours ago

147 Ribu Pengunjung dan Rp1.2 Miliar Berputar di Khalkote

Festival Danau Sentani (FDS) XV 2026 meninggalkan catatan menarik. Selama rangkaian festival berlangsung, kawasan Pantai…

3 hours ago

Kapolres Mimika Temui Kelompok yang Bertikai di Kwamki Narama

Langkah jemput bola ini dilakukan guna memediasi sekaligus mendorong kedua belah pihak menghentikan pertikaian secara…

4 hours ago

Pemkab Lanny Jaya Siapkan 3 Posko Bantuan Permanen

Pemkab Lanny Jaya juga mengambil langkah berbeda dalam penyediaan tempat penampungan bantuan untuk warganya di…

5 hours ago