

JAYAPURA – Guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan merupakan bentuk dari menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2016 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2016 dan Tahun 2017 dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 910/1866/SJ tentang Implementasi Transaksi Non Tunai pada Pemerintah Daerah Provinsi dan Nomor 910/1867/SJ tentang Implementasi Transaksi Non Tunai pada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.
Maka PT. Bank Pembangunan Daerah Papua bekerja sama dengan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Melakukan kerja sama Penerbitan Kartu Kredit Pemerintah yang dilakukan di Fave Hotel Jayapura.
Direktur Utama Bank Papua, F. Zendrato mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi kerjasama yang dilakukannya dengan BRI, dalam kerja sama tersebut berupa kerja sama penerbitan kartu bagi pemerintah untuk memudahkan monitoring pemerintah bagi setiap pengeluaran dari Satker.
“kami sendiri memiliki 7 satker yang nantinya setiap satker masing-masing memiliki 1 pemilik kartu kredit, kami melakukan kerja sama ini karena memang kami tidak mempunyai kartu kredit sehingga harus melakukan kerja sama,” Kata Zendrato kepada Cenderawasih Pos, Rabu (14/8) kemarin.
Diakuinya, BRI merupakan bank paling besar dan pemegang laba terbesar di seluruh Indonesia. Hal ini menjadi salah satu kebanggan bagi pihaknya untuk dapat mencontoh dan belajar di BRI dalam hal pelayanan kredit.
“kami harapkan kedepannya tidak hanya kerja sama ini saja, melainkan kerjasa selanjutnya. dan harus didiskusikan apa saja yang harus kita lakukan agar saling mendukung dan berikan keuntungan bagi kedua belah pihak dan juga untuk membangun Papua lebih maju kedepannya,” jelasnya.
Sementara itu, Pimpinan BRI Wilayah Jayapura, Gde Winata mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari tindaklajut dari nota kesepahaman antara Bank BRI dan Bank Papua yang telah dibuat beberapa bulan lalu. Yang kemudian dituangkan dalam bentuk kerja sama penerbitan kartu kredit pemerintah.
“Aktivitas perekonomian yang membutuhkan perbankan semakin banyak apa lagi dengan system kerja yang semakin efisien maka kerja sama seperti ini harus dilakukan demi menjalin sinergi,” terangnya.
Pihaknya sangat bangga melakukan kerja sama dengan Bank Papua, yang mana dengan kondisi ekonomi papua saat ini sedang kontraksi akan tetapi Bank Papua memiliki aset yang cukup tinggi yakni Rp 26 T, merupakan capaian yang luar biasa dan juga kinerja perbaikan kualitas kredit menjadi satu kemajuan yang luar biasa.
“Kedepannya kami tetap mendukung sinergitas dengan Bank Papua, dengan mendukung kemajuan di Papua,” jelasnya. (ana/gin)
Dua akademisi ekonomi asal Papua turut memberikan ulasan komprehensif mengenai latar belakang, dampaknya terhadap pasar…
IG diamankan saat mengambil sebuah paket yang sebelumnya telah dicurigai petugas berisi narkotika di…
Rapat paripurna tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pembahasan perubahan APBD sekaligus momentum…
Bukan sekadar tentang usia sebuah kampung, tetapi tentang sebuah benih iman yang pertama kali…
Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)…
Salah satu perhatian utama Rustan adalah penyaluran bansos yang dinilai masih belum sepenuhnya tepat…