Categories: MIMIKA

Warga Mimika Timur Beri 4 Catatan untuk PT Freeport

JAYAPURA – Dari pengaduan masyarakat yang terdampak dari aktifitas pengolahan PT Freeport Indonesia mendapat respon dari pemerintah. Melalui rapat Pemprov Papua Tengah bersama masyarakat Mimika Timur dan Lepemawil di Timika, Jumat (25/3) pekan kemarin diketahui ada sejumlah dampak terkait lingkungan yang dirasakan warga sekitar.

Dari keluhan inilah muncul empat tuntutan yaitu pertama, masyarakat setempat agar ada pertemuan yang dihadiri PT. Freeport Indonesia. Kedua, Freeport harus membayar kompensasi kerugian masyarakat akibat pendangkalan sungai, ketiga, pemerintah dan Freeport harus membangun rumah singgah, menyediakan kapal keruk untuk keruk tailing, kapal kecil atau perintis untuk masyarakat tiga distrik yaitu agimuga, jita dan mimika timur jauh.

Dan keempat perlu dirumuuskan rencana aksi bersama guna melakukan langkah – langkah pemanfaatan tailing dan dilakukan secara bersama – sama. “Jadi berdasarkan pengaduan masyarakat yang terdampak dari aktifitas Pengolahan PT. Freeport Indonesia yang mendiami wilayah pesisir Kabupaten Mimika maka Pemerintah Provinsi Papua Tengah Melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi  Energi dan Sumber Daya Mineral dan Dinas Kehutanan, Lingkungan Hidup dan Pertanahan  melakukan rapat bersama dengan masyarakat, Pemerintah Mimika,” kata salah Ketua Kelompok Khusus DPR Papua, Jhon Gobay, Minggu (26/3) di Timika.

Jadi menurut Jhon, ada sejumlah dampak lingkungan yang disebabkan dari limpasan limbah tailing hasil pengolahan di PT Freeport yang sudah  terjadi selama ini. “Sungai yang menjadi akses warga selama ini akhirnya terjadi pendangkalan, lalu ini berdampak pada hilir mudik perahu yang akhirnya harus didorong lebih dulu dan tak hanya itu banyak pohon sagu yang akhirnya mati,” jelas Jhon.

Rapat ini dihadiri asisten III Sekda Papua Tengah, Elisabeth Tsenawatme, Plt. Sekda Mimika, Petrus Yumte, anggota DPR Papua, John NR Gobai dan Mathea Mameyao, Kadis ESDM Papua Tengah, Frits J. Boray, Kadis KLHK Papua Tengah, Yan Pugu. “Kami akan menunggu jawaban perkembangan terakhir untuk menindaklanjuti rapat ini dan kami berharap masyarakat bisa diberikan solusi atas perubahan dampak dari lingkungan tadi,” imbuh Jhon. (ade)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Sempat Tak Percaya Saat Disuruh Main Baki Sore

Bagi Kota Jayapura, keberhasilan Nelce bukan sekadar prestasi seorang pelajar. Ada nama sekolah, keluarga, Kota…

21 hours ago

Tiga Hari Lagi, Persipura Launching di Enam Kota

Ada yang berbeda dari launching Persipura kali ini. Untuk pertama kalinya, rangkaian launching akan digelar…

1 day ago

Sensus Ekonomi Papua Terkendala Sinyal dan Keraguan Warga

   Plt. Kepala BPS Papua, Akhmad Jaelani, mengatakan karakteristik wilayah Papua membuat proses pendataan membutuhkan…

1 day ago

Pemkot dan Bulog Salurkan 1.122 Ton Beras untuk 37.401 Penerima

Penyaluran bantuan pangan ini menyasar 37.401 penerima bantuan pangan yang tersebar di 25 kelurahan dan…

1 day ago

PAN Papua Panaskan Mesin Politik

Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Papua bersama seluruh DPD PAN tingkat kabupaten/kota…

1 day ago

Terima SK, Ratusan ASN Diminta Bekerja Baik Melayani Masyarakat

   Status baru sebagai ASN membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdi kepada negara…

2 days ago